Senin, 8 Juni 2026, pukul : 20:47 WIB
Surabaya
--°C

Bincang Buku “Senja Keemasan Peter A. Rohi”

Oleh: Amang Mawardi (Penulis dan Jurnalis Senior)

KEMPALAN: Bincang buku karya saya ‘Senja Keemasan Peter A. Rohi’ yang diselenggarakan PWI Jawa Timur dan Komunitas Seni Budaya ‘Seduluran Semanggi Suroboyo”, menampilkan kesaksian Prof Dr. Hotman Siahaan, guru besar FISIP Unair, Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim, Henky Kurniadi, Ketua Seduluran Semanggi Suroboyo, dan Inyo Rohi, putra almarhum Peter A. Rohi, dengan moderator Toto Sonata, wartawan dan penyair yang teman se-kos Peter A. Rohi.

Acara yang berlangsung di Graha A. Azis PWI Jatim Jl. Taman Apsari 17 Surabaya 15 Juni kemarin, telah berjalan lancar dan mudah-mudahan dianggap sukses.

Bincang buku yang dikemas secara talk show ini, diselingi sajian musik dan lagu oleh musisi balada Bambang Jon; penyanyi Djatu Parmawati, Dian Permana, Desy Agustina, Utiek, Ajeng; musisi bohemian Arul Lamandau; Besutan Garingan: Meimura.

Gratis 30 eksemplar “Senja Keemasan Peter A. Rohi” sesuai urutan daftar hadir. Selebihnya yang gak pegang buku, diberi fotokopi pengantar buku yang ditulis oleh Inyo Rohi, dan pengantar penulis buku (saya).

Khusus buku yang dibagikan ini, oleh Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim, diberi tambahan “jaket” cover tebal dengan opini beberapa tokoh di cover belakang, salah satunya cukup menggelitik saya:

“Peter A. Rohi adalah pengamal jurnalisme tasawuf yang sudah mencapai macom zuhud. Ia sudah melampaui semua urusan duniawi. Ibarat seorang sufi ia merasakan kenikmatan tertinggi melalui laporan jurnalisme yang manunggal dalam jiwanya. Ia menyatu bersama dedikasi dan kecintaannya terhadap jurnalisme yang ia bawa dalam keabadian.”

BACA JUGA  FTBI Sidoarjo 2026: Merawat Aksara, Menggenggam Jati Diri Jawa

Opini Dr. Dhimam Abror tersebut, ingin sekali saya kembangkan menjadi tulisan tersendiri, menyusul postingan saya ini. Mudah-mudahan.

Buku setebal 150 halaman dengan konten 22 tulisan saya, dicetak pada November 2021. Berhubung covid-19 sekitar saat itu belum reda juga, maka tak ada peluang untuk mendiskusikannya.

Joacuim (Inyo) Rohi putra Pak Peter almarhum wartawan legendaris, tiga minggu lalu sedang pulang kampung dari Rusia. Inyo yang setelah menyelesaikan S2-nya di Universitas Persahabatan (bukan Perserikatan) Bangsa Bangsa Rusia, akhirnya bekerja sebagai staf Atase Pertahanan KBRI di Moskwa.

Suatu hari saya dijapri Henky Kurniadi
dimana dulu Inyo Rohi adalah staf Henky di DPR. “Saya ketemu Inyo di Jakarta (disertai foto mereka berdua). Mas Amang dan Mas Toto Sonata dapat salam dari Inyo…”

Beberapa hari kemudian Inyo pulang ke Surabaya, Henky ngontak: “Ayo engkuk (nanti) jam telu (tiga), ketemuan karo (dengan) Inyo di (Henky menyebut nama cafe di kawasan Jemursari). Tolong kontaken Mas Toto”

Dari pertemuan itu, timbul ide untuk mengadakan bincang buku tersebut, yang ternyata di-welcome hangat oleh PWI Jatim.

BACA JUGA  Indonesia Menyerah Tiga Set Langsung dari Kazakhstan di AVC Cup 2026

Nampak di antara sekitar seratus orang yang hadir di acara bincang buku ini: Prof. Dr. Soetanto Soepiadhy, Prof drg. Rubianto, Dr. Moh Mubarok Muharram, Dr. Vira Joaquim, dr. Zulkifli Ekomei, Wisnubroto SH, Simon Filantropha, dan undangan lainnya.

Sementara itu dari kalangan wartawan dan pensiunannya, hadir: Zainal Arifin Emka, Tjuk Suwarsono, Dr. Dhimam Abror Djuraid, Oki Lukito, Didit Hape, Djoko Pitono Hadiputro, Dr. Eko Pamuji, Mudjianto Priambodo, Herman Rivai, Fonzir, Yousri Nur Raja Agam, Darmantoko, Kris Maryono, Sasetya Wilutama, Widodo Basuki, Gultom Parlindungan, Budi Harisma, dan beberapa jurnalis muda.

Kata Abror: “Kayak reuni wartawan senior… “

Dari kalangan seniman nampak dramawan Zainuri, Farid Syamlan; penyair Denting Kemuning; pelukis Asri Nugroho Np. Siapa lagi ya? Oia musisi Nazar Batati, dan Gatot Strenkali.

Juga hadir dari Malang: penulis Sugeng Santoso dan fotografer profesional Gloria Ully. Di antara alumni Akademi Wartawan Surabaya ada terlihat Mushadi yang adik saya dan Herry Siswa.

Btw, Wak Rokimdakas kok gak muncul yo? Nang ndi ae, Wak?! (Eh, ternyata, barusan Wak Rokim njapri, beliau mohon maaf karena ndadak nganter putrinya ke RS). Mugo makin sehat yo, Wak (Status fesbuk Amang Mawardi 16 Juni 2023).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.