JAKARTA-KEMPALAN: Kisah sedih datang dari pelatih baru PSS Sleman, Marian Mihail. Pelatih berkebangsaan Romania itu mengaku kesulitan memberikan instruksi ke pemain karena tak adanya translator dari pihak klub.
Curhatan tersebut disampaikan oleh Mihail dalam konferensi pers setelah laga persahabatan antara PSS Sleman melawan Barito Putera, di hari Sabtu (17/06) lalu.
Pada laga itu, pelatih PSS Sleman Marian Mihail memang tampak kesulitan memberikan instruksi kepada para pemainnya di lapangan. Mihail terdengar berbicara dengan Bahasa Inggris, namun masih menggunakan aksen Eropa Timur sehingga mungkin membuat kata-katanya sulit dipahami pemain.
Seusai pertandingan, Mihail pun mencurahkan keluh kesahnya kepada wartawan, pelatih berusia 65 tahun itu tak menampik bahwa terkadang dirinya kesulitan untuk berkomunikasi dengan para pemain karena tak adanya sosok translator.
“Pemain PSS ini sangat pintar terutama dalam komunikasi, bahasa sepakbola sama, jadi tak sulit. Tapi ada beberapa situasi memang kami membutuhkan translater yang bisa membantu saya untuk berkomunikasi dengan pemain.” ungkap Mihail kepada wartawan.
“Ini mengapa saya sampaikan ke manajemen untuk memberikan translator yang baik dan bisa membantu saya berkomunikasi pada momen tertentu.” tambah pelatih kelahiran 1958 itu.
Senada dengan Mihail, Wahyudi Hamisi, pemain PSS Sleman, juga mengatakan bahwa dirinya sempat beberapa kali kesulitan untuk berkomunikasi dengan sang pelatih.
Hamisi bahkan harus beberapa kali bertanya kepada kapten tim, Kim Kurniawan ketika ada instruksi dari pelatih yang tak dia pahami.
“Jadi biasanya kami ketika tak memahami instruksi pelatih maka kami akan ke kapten Kim atau pemain yang memahami, tapi secara umum tidak ada masalah.” kata Wahyudi Hamisi.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi