JAKARTA-KEMPALAN: La Nyalla Mahmud Mattalitti telah secara resmi menjadi orang pertama yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum PSSI.
La Nyalla telah secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum PSSI di kantor PSSI yang berada di GBK Arena pada hari Jumat (13/1) siang WIB.
Pria berusia 63 tahun itu langsung secara mandiri menyerahkan formulir pendaftarannya sebagai calon Ketua Umum ke sekretariat PSSI.
La Nyalla sendiri bukan lah sosok baru di PSSI. Alumni Universitas Brawijaya itu sempat terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada periode 2015-2019. Namun, pada masa jabatan La Nyalla, PSSI dibekukan oleh Menpora Imam Nahrawi karena sanksi FIFA.
Nama La Nyalla kemudian sempat menjadi kandidat Ketua Umum PSSI pada Kongres 2019, yang kemudian dimenangi oleh Ketum PSSI saat ini, Mochamad Iriawan.
“Sesuai dengan janji, saya hadir pada saat hari ini tanggal 13 Januari sesudah sholat Jumat. Saya mendaftarkan diri di kantor PSSI untuk mencalonkan sebagai ketua umum PSSI. Alhamdulillah sudah lengkap, kami sudah mendapatkan bukti, semuanya lengkap.” kata La Nyalla, setelah menyerahkan berkas pencalonannya.
BACA JUGA: Bung Kus: PSSI Belum Serius Lakukan Pembenahan Sepakbola
Selain soal pendaftarannya, La Nyalla juga sempat membahas soal perjuangannya di PSSI mulai tahun 2012 hingga 2015, sampai akhirnya terpilih sebagai ketua umum di Kongres PSSI tahun 2015.
“Saya masih ingat sekali perjuangan PSSI mulai dari 2012-2015, yang mulai dari PSSI asli, anggotanya palsu, kemudian saya membuat KPSI yang organisasinya palsu, tapi anggotanya asli.” kata La Nyalla.
“Setelah pertemuan beberapa kali, IPL tetap jalan, ISL tetap jalan, dan Alhamdulillah akhirnya terjadi kongres luar biasa penggabungan antara IPL dengan ISL, dan di situ akhirnya Pak Djohar Arifin sebagai ketua umum dan saya sebagai wakil ketua umum yang membidangi badan timnas.” tambah pria berusia 63 tahun itu.
“Kemudian di tahun 2015 ada kongres luar biasa, dari 107 voters, saya mendapatkan 94 voters dan sisanya 13 voters untuk calon ketum yang ada 9 atau berapa saya lupa, dan pada saat setelah saya dilantik oleh FIFA, pada saat itu saya juga mendapatkan surat pembekuan dari Menpora, pada saat itu sodara Imam Nahrawi.” tutupnya.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi