JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan bahwa harga mahal pada tiket Indonesia vs Argentina merupakan hal yang wajar karena kualitas laga yang disajikan memiliki value tinggi.
PSSI akhirnya mengumumkan daftar harga untuk tiket laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Argentina. Harga tiket dibagi menjadi empat kelas dengan yang termurah Rp 600 ribu hingga termahal Rp 4,25 juta.
Harga ini tentu terbilang mahal jika dibanding dengan harga tiket pertandingan Timnas Indonesia, yang biasanya berkisar dari Rp 90 ribu hingga Rp 400 ribu, jika mengacu pada laga FIFA Matchday Timnas Indonesia melawan Curacao.
Namun, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan bahwa harga mahal ini sudah wajar karena Argentina memiliki kelas yang jika dibandingkan dengan lawan-lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday sebelumnya.
Selain itu, Erick Thohir juga menyoroti unsur entertainment kelas atas yang akan disajikan saat menonton Timnas Argentina yang saat ini bersatu juara Piala Dunia 2022.
“Tentu kami melakukan research untuk harga tiket agar terjangkau masyarakat. Tapi saya juga ingin mengetuk, jangan selalu ketika membawa event olahraga besar. Selalu kalah bersaing dengan entertainment.” kata Erick Thohir, pada Senin (29/5).
“Padahal kan, kalau entertainment ya hiburan saja. Kalau olahraga ini kan ada nasionalismenya dan ini bagian dari membangun timnas. Jadi mestinya secara value seharusnya lebih mahal.” imbuhnya.
“Coba lihat laga olahraga di dunia, tiket Piala Dunia lebih mahal dari konser apapun. Tapi kita tentu bertahap, makanya saya mendorong salah satunya PT LIB dan timnas, bagaimana kita bisa mempersiapkan kepanitiaan yang baik, supaya kualitasnya naik, ini yang didorong.” tambah pria berusia 52 tahun itu.
“Jadi ada apresiasi dari kedua belah pihak, kita sebagai penyelenggara bisa memberikan operasional terbaik. Tapi dari masyarakat bisa meninggikan status sosialnya. Jangan kalau entertainment, seakan akan jadi semuanya murah.” kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.
“Tetapi begitu ada (ajang) yang punya sumbangsih ke olahraga kita, itu selalu dianggap mahal. Jadi ini saya membangun dorongan moral bahwa kita harus bersama-sama dalam membangun olahraga, tidak bisa PSSI berdiri sendiri.” tutup Erick.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi