Boba Milk Tea dan Penuaan Dini

waktu baca 2 menit
Arinda Faatihah Pertiwi, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Aktif di organisasi Asian Medical Students’ Association

SURABAYA-KEMPALAN: Boba milk tea layak mendapatkan atensi khusus karena eksistensinya yang tidak pernah pudar bahkan selalu naik terutama di kalangan anak muda. 

Rasanya yang manis membuat orang mudah untuk menyukainya. Lidah Anda mungkin dimanjakan oleh rasa manis pada boba milk tea. 

Namun, rasa manis ini sebenarnya mengancam kesehatan Anda, salah satunya kesehatan kulit. Rasa manis menggambarkan tingginya kandungan gula dalam satu gelas boba milk tea. 

Dinyatakan dalam sebuah penelitian terhadap salah satu merek minuman manis di Indonesia bahwa satu gelas besar atau sekitar 700 mililiter boba milk tea mengandung 47,21 gram gula dan 675 kkal kalori.

 Angka ini menunjukkan kandungan gula dan kalori boba milk tea yang sangat tinggi. Kementerian kesehatan RI menyarankan batas konsumsi gula per orang per hari sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan.

Dari pernyatan-pernyataan itulah dapat diketahui bahwa gula yang dikonsumsi dengan sekali meminum boba milk tea hampir setara dengan batas konsumsi gula harian yang dianjurkan. 

Kandungan gula dalam tubuh yang melebihi batas normal dapat merusak kolagen di lapisan kulit serta mempercepat proses glikasi. Proses glikasi dapat memicu kerusakan kolagen, elastin, dan protein sehingga kulit menjadi kendur, tidak halus, dan berkerut. 

Kerusakan ini merupakan tanda-tanda penuaan kulit. Penuaan atau yang lebih akrab disebut aging merupakan suatu proses yang alami dan tidak bisa dicegah.

Hal yang perlu diantisipasi ialah penuaan dini yang datangnya lebih cepat dari seharusnya. Proses regenerasi kulit akan membutuhkan waktu yang semakin lama seiring bertambahnya usia. 

Sebelum menginjak usia 30-an, regenerasi berlangsung selama 12 hingga 14 hari, sedangkan setelah usia 30-an dapat berlangsung selama 30 hari bahkan lebih. 

Salah satu faktor terpenting yang dapat mencegah terjadinya penuaan dini, yaitu asupan makanan yang baik. Penting bagi siapa saja, tanpa batasan usia, untuk selalu menjaga asupan makanan yang dikonsumsi. 

Sayur dan buah-buahan merupakan makanan terbaik yang dapat mendukung pencegahan penuaan dini di kulit Anda. 

Sayuran hijau mengandung vitamin A, E, dan retinol yang esensial dalam proses regenerasi kulit. Sementara buah-buahan yang kaya akan vitamin C seperti stroberi, kiwi, dan leci dapat menjadi antioksidan dan menunjang produksi kolagen. 

Antioksidan sangat diperlukan tubuh untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan. Selain itu, ikan jenis salmon dan mackerel juga dikenal sebagai makanan yang dapat menjaga kulit tetap kenyal dan lembap karena memiliki kandungan omega-3.

(Arinda Faatihah Pertiwi, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Aktif di organisasi Asian Medical Students’ Association) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *