Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 20:52 WIB
Surabaya
--°C

AFC Kecewa, Indonesia dan Thailand Terancam Sanksi karena Ribut?

KAMBOJA-KEMPALAN: Federasi Sepak Bola Asia (AFC) sangat kecewa dengan keributan yang terjadi saat Timnas U-22 Indonesia melawan Timnas U-22 Thailand di final SEA Games 2023.

Kerusuhan terjadi di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, pada hari Selasa (16/5) malam, saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Thailand di laga final SEA Games 2023.

Keributan bermula karena salah satu pemain Thailand, Yotsakon melakukan selebrasi ke arah official tim Timnas Indonesia usai menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit-menit akhir babak kedua. Aksi Yotsakon ini memancing kemarahan para pemain Indonesia.

Tak berselang lama, keributan kembali terjadi di menit-menit awal babak perpanjang waktu. Kali ini giliran pemain Timnas Indonesia, Irfan Jauhari yang memulai keributan.

Usai mencetak gol yang membawa Garuda Muda kembali unggul 3-2, Irfan Jauhari melakukan aksi balasan dengan berselebrasi di depan bench Timnas Thailand.

Aksi Irfan ini membuat beberapa official tim Thailand tak terima, mereka pun mencoba menyerang Irfan sehingga baku hantam antara kedua kubu official tim dan pemain pun akhirnya terjadi di luar lapangan.

Insiden kerusakan ini kemudian menjadi sorotan. Tak hanya di lingkup Asia Tenggara, Federasi Sepak Bola Asia (AFC) pun ikut menyoroti kericuhan ini.

AFC mengaku kecewa atas terjadi insiden tersebut dan menegaskan bahwa kedua kesebelasan seharusnya bermain secara sportif dan saling bertoleransi.

“AFC kecewa dengan insiden yang tidak tertib pada final sepak bola SEA Games. AFC menggarisbawahi pentingnya permainan yang adil, saling menghormati, dan sportif, dan mengambil pendekatan tanpa toleransi atas semua tindakan kekerasan semacam itu.” ujar seorang juru bicara AFC.

Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Kamboja, Keo Sareth mengatakan bahwa Thailand dan Indonesia kemungkinan akan mendapat sanksi dari AFC karena telah melanggar kode etik dan disiplin.

“Kami tidak punya masalah dengan mereka dan sebagai tuan rumah kami telah sepenuhnya berhasil menjadi tuan rumah pertandingan tersebut.” kata Sareth.

“Masalah yang terjadi di lapangan akan ditangani oleh ofisial dan mereka sedang melakukan laporan untuk dikirim ke Konfederasi Sepak Bola Asia sehingga mereka mungkin menghadapi hukuman terkait kode etik dan disiplin.” tambahnya.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.