JAKARTA-KEMPALAN: Pelatih Persebaya, Aji Santoso mengapresiasi perjuangan anak asuhnya berhasil mengamankan peringkat ke-6 pada akhir musim Liga 1 2022-2023.
Persebaya Surabaya berhasil memastikan diri finish di peringkat ke-6 pada Liga 1 Indonesia musim 2022/2023 usai sukses mengalahkan Dewa United dengan skor telak 3-0
Kemenangan tersebut diraih Bajul Ijo saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Sabtu (15/4) malam WIB.
Pada konferensi pers seusai pertandingan, pelatih Persebaya, Aji Santoso sangat mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang telah bermain sekuat tenaga hingga akhir musim.
Aji juga mengatakan bahwa dirinya merasa sangat bahagia dengan menyebut akhir musim Persebaya sebagai ‘Happy Ending’.
“Pertandingan ini tadi membuat kami bergembira, itu komitmen kami bersama tim. Saya bisa merasa senang dan happy ending.” ujarnya.
Aji juga mengatakan bahwa dirinya bangga Persebaya bisa finish di papan atas. Menurut pelatih asal Malang itu peringkat keenam masih lah termasuk di posisi papan atas, meskipun yang paling bawah.
“Kami berada di peringkat enam, papan atas itu kan dari peringkat satu hingga enam, kami yang terakhir.” tambahnya.
Pelatih berusia 52 tahun itu menilai bahwa kemenangan dari Dewa United juga sebuah prestasi yang luar biasa karena kebanyakan pemain yang diturunkan adalah pemain baru.
“Di dalam pertandingan tadi hanya ada tiga pemain lama, Ernando, Alwi Slamat dan Hidayat, lainnya semua pemain baru.” katanya.
Senada dengan Aji, penjaga gawang Persebaya Ernando Ari juga mengucapkan syukur atas raihan poin penuh yang diraih pada laga melawan Dewa United.
“Saya baru tiba tadi pukul tiga sore terus langsung ke stadion selesai buka puasa tadi, memang capek, tapi saya sudah siap untuk pertandingan melawan Dewa United.” kata Ernando.
Kiper berusia 21 tahun itu juga mengatakan bahwa berbagai pertandingan yang dijalaninya pada musim ini akan menjadi pembelajaran agar dapat meraih prestasi lebih baik di musim depan.
“Tentunya semua pertandingan saya jadikan pelajaran terutama saat kita kalah, itu pembelajaran yang paling berharga.” tambahnya.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi