Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 12:13 WIB
Surabaya
--°C

Hamza Yousaf, The New Braveheart

KEMPALAN: Hamza Yousaf mencatat sejarah baru di dunia sebagai muslim pertama yang menjadi pemimpin negara Barat besar. Yousaf terpilih sebagai perdana menteri Skotlandia dalam pemilihan, Selasa (28/3). Pria 37 tahun ini merupakan Muslim pertama yang memimpin partai terbesar di Inggris Raya dan akan menjadi pemimpin dari etnis minoritas pertama yang memimpin Skotlandia.

Hamza Yousaf—ada yang menulis Humza Yousaf. Dalam ejaan Indonesia harusnya Hamzah Yusuf—adalah keturunan Pakistan yang lahir di Skotlandia dan menapaki karir politik yang melesat cepat seperti meteor. Yousaf menjadi fenomena diaspora Asia yang menembus elite politik Britania Raya.

Ayah Humza Yousaf berasal dari Pakistan dan berimigrasi ke Skotlandia bersama keluarganya pada 1960-an, sementara ibunya lahir dari keluarga Asia Selatan di Kenya. Karena latar belakang itu, dia kerap berbicara soal pelecehan rasial yang kerap dialaminya.

Yousaf dididik di sekolah swasta Tata Bahasa Hutchesons di Glasgow. Setelah belajar politik di Universitas Glasgow, dia sempat bekerja di pusat panggilan atau call center sebelum akhirnya menjadi asisten anggota parlemen dari Partai Nasional Skotlandia.

Yousaf terpilih sebagai anggota parlemen Skotlandia untuk wilayah Glasgow pada 2011, lalu setahun kemudian diangkat menjadi Menteri Eropa dan pembangunan internasional setahun kemudian.

Ia lantas menduduki kursi Menteri Transportasi pada 2016 setelah memenangkan kursi anggota parlemen untuk wilayah Glasgow Pollock dan menjadikannya sebagai kandidat dari etnis minoritas pertama yang sukses merebut kursi di Parlemen Skotlandia.

Di Inggris, Rishi Sunak menjadi perdana menteri Inggris pertama yang merupakan keturunan imigran India. Sunak juga termasuk generasi muda dengan usia yang masih 42 tahun. Ia menjadi perdana menteri alternatif setelah Partai Konservatif gagal mendapatkan pemimpin yang mendapatkan dukungan luas.

Liz Truss yang sebelumnya terpilih sebagai perdana menteri harus mundur setelah hanya memerintah selama 45 hari. Truss memecahkan rekor perdana menteri Inggris dengan masa pemerintahan paling pendek.

Sunak muncul sebagai alternatif. Ia ahli keuangan yang sebelumnya pernah menjabat sebagai menteri keuangan. Krisis keuangan dan ekonomi Inggris membawa nasib Sunak menjadi perdana menteri pertama keturunan imigran India.

Sunak melengkapi lanskap politik Inggris yang makin banyak memunculkan pemimpin keturunan imigran. Walikota London, Sadiq Khan, adalah walikota muslim pertama yang memimpin ibukota Inggris itu. Sadiq Khan sekarang menjadi walikota untuk periode kedua.

Munculnya Hamza Yousaf sebagai perdana menteri menjadi fenomena menarik. Sebagai negara dengan mayoritas Kristen dan Katolik, Skotlandia ternyata bisa menerima seorang perdana menteri beragama Islam. Hubungan Skotlandia dan Inggris yang penuh ketegangan historis akan menarik untuk diamati ketika dua imigran menjadi pemimpin di kedua negara itu.

Terdapat sejumlah negara yang menyumbang warga negaranya dalam daftar imigran di negara pimpinan Raja Charles III itu. Polandia menempati posisi teratas dengan 696.000 penduduk atau 11,6 persen. Republik Irlandia dan India menduduki posisi kedua dengan masing-masing 370.000 penduduk atau 6,2 persen.

Lalu, disusul oleh Romania dan Italia sebanyak 342.000 atau 5,7 persen. Sementara Portugal menyumbang 268.000 penduduk atau 4,5 persen. Beda tipis terhadap Spanyol dengan 206.000 penduduk atau 3,4 persen. Selanjutnya, Pakistan dengan 181.000 penduduk atau 3 persen. Tak jauh berbeda dibanding Nigeria dengan 178.000 penduduk atau 3 persen.

Kemunculan Rishi Sunak di Inggris sempat memunculkan isu rasial karena ada yang mempertanyakan mengapa seorang imigran bisa memegang jabatan politik tertinggi di Inggris. Isu imigrasi memang masih menjadi isu sensitif di Inggris.

Sebagai negara dengan tradisi monarki demokratis paling kuat, Inggris tidak selalu merasa nyaman berhubungan dengan negara-negara tetangganya. Dunia global yang makin terbuka memaksa negara-negara Eropa untuk bersatu menjadi sebuah union besar bernama Uni Eropa. Inggris menjadi anggota Uni Eropa, tetapi kemudian dalam perjalanannya Inggris merasa lebih terbebani ketimbang memperoleh manfaat dari Uni Eropa.

Perdebatan di dalam negeri sangat keras mengenai keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Hal ini kemudian dipolitisasi dan menjadi isu politik nasional sampai kemudian melahirkan referendum pada 2018. Dalam referendum itu kelompok yang anti Eropa menang dan akhirnya terjadilah Brexit, alias Britain Exit, Inggris keluar dari Uni Eropa.

Isu semacam Brexit muncul lagi seiring terpilihnya Hamza Yousaf. Selama ini gerakan politik untuk memisahkan Skotlandia dari Inggris selalu hidup dan tetap menjadi aspirasi banyak warga Skotlandia. Selama ini Skotlandia menjadi bagian dari Britania Raya di bawah kekuasaan Inggris. Negara lain yang menjadi bagian dari Britania Raya adalah Republik Irlandia, Irlandia Utara, dan Wales.

Negara-negara itu mempunyai hubungan ‘’love-hate relations’’ cinta dan benci yang naik turun dengan Inggris. Di masing-masing negara itu ada partai-partai politik yang ingin memisahkan diri dari Inggris Raya. Scottish National Party (SNP) partai terbesar di Skotlandia yang menguasai parlemen mempunyai platform utama untuk memerdekakan diri dari Inggris Raya.

Dengan memegang jabatan perdana menteri, Yousaf memegang kendali SNP, dan secara otomatis dia harus menjalankan program utama partai untuk memisahkan diri dari Ingris Raya. Di sisi lain, Rishi Sunak yang sama-sama keturunan imigran Asia Selatan dengan Yousaf, harus memegang teguh visi Inggris untuk mempertahankan kesatuan Britania dengan segala daya upaya.

Skotlandia sudah pernah mengadakan referendum untuk memisahkan diri dari Inggris pada 2014. Ketika itu rakyat Skotlandia yang memilih untuk tetap menjadi bagian Britania Raya memenangkan referendum dengan perolehan suara 55 persen. Kendati demikian, aspirasi untuk merdeka tetap hidup di kalangan warga Skotlandia.

Di kalangan rakyat Skotlandia selalu hidup kisah heroik pahlawan Skotlandia bernama Willian Wallace yang memimpin perlawanan melawan Inggris pada abad ke-13. Wallace menunjukkan semangat tidak kenal menyerah dalam perang melawan Inggris. Kisah kepahlawanannya dituangkan dalam film Hollywood berjudul ‘’The Braveheart’’ yang dibintangi oleh Mel Gibson pada 1995.

Sekarang, Hamza Yousaf memegang kendali kepemimpinan Skotlandia. Dia akan tetap melanjutkan platform partai untuk memerdekakan Skotlandia dari Inggris. Akankah Yousaf bisa menjadi ‘’The New Braveheart’’? (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.