ISLAMABAD-KEMPALAN: Koalisi Partai Oposisi di Parlemen Pakistan sudah mengajukan Mosi Tidak Percaya kepada Perdana Menteri Pakistan yaitu Imran Khan.
Shehbaz Sharif, ketua Oposisi di Parlemen Tingkat Bawah Pakistan menyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Perdana Menteri Khan pada Senin (27/3).
Mosi Tidak Percaya tersebut diberikan kepada Perdana Menteri Khan dengan adanya tuduhan tidak benarnya manajemen ekonomi di Pakistan serta korupsi di kalangan menteri.
Parlemen Pakistan harus mendapatkan 172 suara dari total 342 suara untuk dapat melengserkan Perdana Menteri Khan.
Kekacauan politik tersebut membahayakan Perdana Menteri Khan dan menandai ancaman terbesar kepada dirinya.
Fakta uniknya adalah bahwa sejauh ini hanya ada dua Perdana Menteri di Pakistan yang menjabat secara penuh selama lima tahun.
Rata-rata hanya menjabat selama 4 tahun yang kemudian dilengserkan karena ketidakpuasan parlemen Pakistan.
Aliansi Oposisi Khan sudah melakukan demo besar-besaran di ibukota Pakistan yaitu Islamabad pada Senin (27/3).
Demo tersebut membawa narasi bahwa Rezim Khan membawa ketidakpuasan—mulai dari adanya mismanajemen ekonomi, gagalnya pengurusan masalah di Pakistan hingga korupsi oleh menteri-menteri.
Imran Khan terpilih pada tahun 2018 dengan total 176 suara.
Untuk dapat aman, Perdana Menteri Khan harus mendapatkan 172 suara dalam voting beberapa hari kedepan.
Namun, pada saat ini, disebutkan bahwa terdapat 4 orang yang sudah keluar dari koalisi Khan, sehingga memperkuat tim oposisi.
Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Khan mengatakan bahwa negara Asing melakukan intervensi untuk melengserkan dirinya.
Parlemen Pakistan akan mengadakan debat pada Kamis (30/3) dan akan memulai voting selama tujuh hari kedepan.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi