ISLAMABAD-KEMPALAN: Arif Alvi, Presiden Pakistan mengatakan bahwa negaranya selalu memilih posisi yang damai dan positif selama 40 tahun terakhir seraya menambahkan, Soviet tidak seharusnya menginvasi Afghanistan.
Ia menyatakan bahwa negaranya memiliki hubungan yang baik dengan tetangganya, Afghanistan. Ia menekankan, berkenaan dengan kedatangan Amerika Serikat, peperangan bukanlah solusi bagi tetangganya itu.
Presiden Pakistan itu mengatakan dirinya belum mendengar ada pertumpahan darah yang besar di Afghanistan, hal itu membuatnya senang, namun di sisi lain, ia menyerukan kepada Taliban untuk memberikan amnesti, seperti yang dilakukan Nelson Mandela di Afrika Selatan.
Dalam wawancaranya dengan Anadolu Agency, ia mengutarakan bahwa Turki dan Pakistan sedang menunggu siapa yang akan muncul sebagai pemimpin Afghanistan.
“Kita adalah pewaris tradisi Umat Islam. Perjanjian Hudaibiyah adalah contohnya,” ujar Arif.
Alvi menunjukkan dengan memperlihatkan sejumlah contoh seperti Ertugrul dan Yunus Emre bahwa umat Islam di dunia sedang ingin melihat masa lalunya yang damai. Baginya, ketika mereka bangga akan masa lalu yang damai itu, maka umat Islam akan mengembangkan masa depannya.
“Ketika kita melihat ke masa lalu dalam sebuah sejarah yang indah akan kekuasaan yang damai di dunia, mereka berusaha menulis ulang sejarah membentuk pembagian di dalam komunitas dan masyarakatnya,” tambah orang nomor satu di Pakistan itu. (AA, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi