JAKARTA-KEMPALAN: Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali menjelaskan terkait namanya yang terdaftar pada bakal calon Wakil Ketua Umum PSSI.
Amali membenarkan bahwa dirinya memang mendaftar sebagai calon Wakil Ketua Umum PSSI. Pria berusia 60 tahun itu menjelaskan bahwa hal tersebut dia lakukan karena ingin serius mengurus sepakbola di Indonesia.
Amali juga menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak dia ambil sendiri, pria kelahiran 1962 itu juga menyebut bahwa dirinya sudah meminta izin Presiden Jokowi sebelum mendaftar.
Amali juga menjelaskan bahwa dirinya tidak secara langsung mendaftar ke Kantor PSSI, di GBK Arena. Namun, dia didaftarkan oleh beberapa anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.
“Teman-teman tahu bahwa Presiden mengeluarkan Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional. Itu Artinya, kami sungguh-sungguh dengan populasi penduduk yang berjumlah 277 juta, dirasa bahwa kita masih tertinggal dari negara-negara lain, khususnya Asia Tenggara,” kata Amali dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora.
“Keinginan masyarakat kita yang menurut survei 70 persen sangat menyukai sepakbola mendambakan sepakbola maju. Minimal di level Asia Tenggara, kita bisa di atas serta bagaimana pembinaan.” tambahnya.
“Sebenarnya pemerintah sudah memberikan dukungan, teman-teman tahu dari Presiden sampai Menteri memberikan dukungan yang sungguh-sungguh terhadap pembinaan sepakbola.” ucap pria berusia 60 tahun itu.
“Sejalan dengan itu, kita berkejaran dengan target-target seperti di dalam olahraga secara umum ada Perpres nomor 86 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. Targetnya jelas Olimpiade, dan sepakbola masuk juga di sana namun bukan prestasi tapi sport industri.” tambah pria kelahiran 1962 itu
“Dari latar belakang itu, dari diskusi setelah PSSI memutuskan Kongres Luar Biasa, kemudian ada lah usulan dari teman-teman (voters). Hal itu kian diperkuat ketika saya diskusi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Erick Thohir pada Desember lalu.” tambahnya.
“Begitu besar perhatian FIFA dan berharap Indonesia dapat menjadi episentrum sepakbola Asia. Beliau juga menyampaikan bagaimana keinginan FIFA agar sepakbola kita maju dengan populasi yang besar.” lanjut Amali.
“Menyambung dengan keinginan Asprov kenapa tak semakin serius saja mengurus sepakbola. Saya berpikir dengan beberapa, saya tak perlu sebut, jadi ini harus diurus dan sepertinya saya harus masuk mengurus itu,” kata politikus partai Golkar itu.
“Saya sebagai menteri tak bisa memutuskan sendiri. saya minta izin dan diizinkan (Presiden Joko Widodo), dan belum terpilih kan prosesnya panjang sampai 16 Februari.” kata Amali.
“Teman-teman Asprov bawa, ya sudah. Saat lagi Liga 2 (rapat) di sini, kemudian ada beberapa Asprov kemudian, ‘Pak kami saja yang mendaftarkan’. Ya sudah mereka yang mendaftarkan.” tutup Amali.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi