Oleh: Jani Purnawanty
KEMPALAN: ACAPKALI penyampaian teori di ruang kuliah terasa kering ketika dosen tidak memiliki cukup banyak perbendaharaan contoh peristiwa yang nyata terjadi di masyarakat. Memberikan contoh yang faktual dan relevan itu berpengaruh besar dalam penggambaran yang lebih utuh atas suatu bangun teori. Juga, contoh faktual menjadikan teori yang disampaikan di kelas menjadi semakin membumi. Menjelaskan suatu teori melalui contoh peristiwa, dapat mengafirmasi salah satu fungsi ilmu sebagai alat memecahkan masalah dalam kehidupan manusia.
Jurnalis memiliki kekuatan utama pada data dan pengamatan lapangan. Kemampuan jurnalis dalam merekam fenomena alam dan peristiwa yang terjadi di masyarakat, lantas menyajikannya dalam tulisan yang mudah dipahami oleh khalayak menjadi hal yang potensial disinergikan dengan kebutuhan akademisi dalam mengajar. Karya jurnalisme dan tulisan-tulisan di media massa dapat dimanfaatkan oleh dosen untuk memperkaya pembelajaran di kelas.
Karya jurnalisme tematik atau yang fokus pada fenomena tertentu, misalnya pada isu lingkungan, energi terbarukan, perlindungan perempuan dan anak, yang ditulis dengan kedalaman tertentu (indepth reporting) akan menjadi sumber bahan pembelajaran yang bernilai tinggi. Ketika ingin belajar tentang kaitan antara perdagangan karbon dengan pelestarian hutan misalnya, maka tidak cukup sekedar menyampaikkan definisi, skema, dan identifikasi para pihak yang terlibat dalam isu ini. Pada proses belajar di kelas, mahasiswa perlu pula diyakinkan dengan data dan contoh riil bagaimana perdagangan karbon benar-benar berdampak positif pada usaha-usaha pelestarian hutan.
Manakala dosen mampu mengasup mahasiswa dengan banyak “cerita” faktual yang bersumber dari hasil karya para jurnalis yang terjun langsung di lapangan, memotret fenomena pelestarian hutan yang dikaitkan dengan perdagangan karbon, besar kemungkinan mahasiswa akan jauh lebih mudah paham akan topik yang tengah diajarkan.
Contoh faktual dan relevan benar-benar sanggup menghidupkan dan melengkapi pembelajaran teori-teori keilmuan. Demikian pula sebaliknya, kajian keilmuan itu sanggup memberikan kerangka berpikir dan memahamkan orang dalam membidik suatu fenomena secara lebih tepat. Tanpa memiliki modal keilmuan dan teori yang memadai, orang akan gagal memahami sebuah peristiwa. Untuk itu, upaya memperkaya materi pembelajaran dan mempermudah mahasiswa dalam memahami suatu topik pembelajaran dengan memanfaatkan karya jurnalisme tematik yang ditulis secara mendalam sangat perlu digalakkan.
Dosen & Peneliti Fakultas Hukum Universitas Airlangga
Penerima Grant Impact Seed Funding 2022 (SEA Jurnalist-Scientist Hub) Pulitzer Center

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi