Tahun Baru

waktu baca 3 menit
ILUSTRASI: Perayaan Malam Tahun Baru. (Foto: blog.triv.co.id)

KEMPALAN: DALAM beberapa hari kedepan, Insya Allah kita akan mengalami dan menikmati malam pergantian tahun dari tahun 2022 ke 2023 M. Malam pergantian tahun ini biasanya dirayakan oleh sebagian besar masyarakat di seluruh dunia dengan berbagai kegiatan. Tahun baru masehi merupakan hitungan yang baru dalam kalender masehi, atau kalender yang umum digunakan secara universal di seluruh dunia saat ini.

Perayaan tahun baru pertama kali tercatat sejak sekitar 4.000 tahun lalu atau sejak 2.000 tahun sebelum masehi (SM). Tujuan perayaan tahun baru ini dalam rangka menghormati kedatangan tahun baru yang dilakukan oleh bangsa Babilonia (1696-1654). Asal usul perayaan tahun baru masehi dari masa ke masa di banyak negara dimulai pada tanggal 31 Desember dan berlanjut hingga tanggal 1 Januari.

Selain itu adapula yang dinamakan tahun baru Islam. Tahun baru Islam atau Hijriyah ditandai dengan dimulainya penanggalan 1 Muharram atau Satu Suro. Tanggal 30 Juli 2022 lalu bertepatan dengan Tahun baru Islam 1444 Hijriyah.

Tahun baru hijriah adalah tahun baru dalam kalender hijriyah dalam Islam yang menjadi salah satu momen penting bagi umat muslim diseluruh dunia. Kalender hijriyah memiliki sistem penanggalan yang berbeda dengan sistem penanggalan dalam kalender masehi, sebagaimana kita kenal saat ini. Sistem penanggalan dalam kelender Islam ditentukan berdasarkan siklus bulan

Sejarah mencatat bahwa, penetapan awal tahun baru Islam atau awal penanggalan hijriyah merujuk pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah ke Madinah. Penggunaan penanggalan hijriyah sebagai momen tahun bari Islam itu adalah dengan ditetapkannya tahun 622 Masehi (hijrahnya Nabi Muhammad SAW) sebagai tahun pertama kalender hijriyah.

Biasanya momen perayaan pergantian tahun baru ini dimeriahkan dengan berbagai acara seperti menyalakan kembang api, mengadakan pesta BBQ, kumpul bersama, pesta dan lain sebaginya. Hal semacam ini sudah berlangsung sejak lama.

Perayaan tahun baru menjadi kebiasaan bangsa Roma yang berjalan sejak dahulu. Biasanya perayaan tahun baru masehi identik dengan sejumlah perbuatan maksiat yang dilarang Islam. Seperti mabuk-mabukan, perbuatan zina, judi, foya-foya dan perbuatan maksiat lainnya. Atas dasar ini, sejumlah ulama melarang umat Muslim untuk merayakannya.

Jumhur ulama menjelaskan bahwa hukum merayakan tahun baru dalam Islam adalah haram. Ketetapan ini juga berlaku untuk perayaan tahun baru masehi yang diperingati oleh masyarakat setiap 1 Januari. Meskipun kegiatannya dikemas secara Islam, para ulama tetap tidak membolehkan. Sebab, hakikat dari pelarangan tahun baru tidak hanya terletak pada kegiatan yang dijalani, akan tetapi juga pada niat dan juga eksistensinya.

Pendapat kedua mengatakan, bahwa merayakan tahun baru dalam Islam sah-sah saja, asalkan tidak dalam kegiatannya melanggar ketentuan syariat. Selain itu, perayaan tahun baru tidak membuat kaum Muslim meninggalkan ajaran Allah SWT.

Selain itu ada sebagian umat Muslim yang merayakan pergantian tahun baru dengan cara berpuasa, berkumpul bersama keluarga, bersilaturrahmi, berdoa bersama, bersholawat, dan mengadakan pengajian mempererat tali silaturrahmi mengharap pahala dari Allah SWT.

Ini artinya, merayakan tahun baru dalam Islam juga dapat dikatakan mubah dan tetap boleh dilakukan. Apabila hal ini tidak juga dilakukan maka tidak akan menyebabkan dosa. Oleh karena itu, jika mau merayakan tahun baru, penting untuk melihat tujuannya.

Apabila mengikuti kebiasaan tidak baik dalam merayakan tahun baru, sebaiknya tidak usah dilaksanakan. Apalagi bisa merugikan diri sendiri keluarga dan masyarakat, lebih baik dihindari. Ingat pesan Baginda Rosulullah SAW, “Man tasyabbaha bi qoumin fahuwa minhum.” Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia menjadi bagian daripadanya.

Untuk itu dalam rangka menyambut tahun baru, sebaiknya kita banyak bersyukur atas apa yang sudah di dapat sepanjang tahun kemarin dan intropeksi untuk memperbaiki yang kurang untuk tahun selanjutnya. Hidup adalah mimpi bagi mereka yang bijaksana, permainan bagi yang bodoh, komedi bagi mereka yang kaya, dan tragedi bagi yang miskin. Selamat Tahun Baru 2023. Semoga kita menjadi lebih baik. (Adib Muzammil)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *