Santos dipecat, dan Ronaldo membiarkannya pergi tanpa mengucapkan terima kasih kepada pelatih yang memberi Portugal Piala Eropa pada 2016. Bahkan, Ronaldo disebut sebagai penghasut yang menyebabkan Santos didepak.
Era Ronaldo sudah berakhir, meskipun ia tidak akan menyerah. Ia masih ingin membawa Portugal berlaga di Piala Eropa 2024 ketika usianya sudah 39 tahun. Entah, apa yang bisa disumbangkannya dalam usia itu.
Piala Dunia Qatar kali ini menjadi panggung besar bagi Messi. Ia membawa mukjizat bagi Argentina. Dan final kali ini akan menjadi ‘’moment of truth’’ bagi Messi. Ia diperbandingkan dengan Pele, legenda Brasil. Perbandingan ini tidak bisa sepenuhnya sejajar karena keduanya beda generasi dan beda tantangan.
BACA JUGA: Revolusi Prancis
Orang Argentina pasti menganggap Messi lebih besar. Namun, orang Brasil menganggap Pele yang terbesar sepanjang zaman, karena Pele bisa memenangi Piala Dunia untuk Brasil. Messi akan bisa disejajarkan dengan Pele, atau dianggap lebih unggul, kalau bisa mempersembahkan Piala Dunia kepada Argentina.
Final kali ini adalah persaingan Messi dengan Kylian Mbappe. Persaingan dua ikon yang berbeda. Messi ialah the real icon dan Mbappe ialah the icon in the making, ikon yang sedang membentuk dirinya sendiri. Dua-duanya bersaing untuk menjadi top scorer dan sekarang sama-sama mengumpulkan 5 goal.
Siapa yang akan menjadi ikon kapitalisme global kali ini? Kalau Anda percaya kepada teori konspirasi, jawabannya adalah Messi si Kutu. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi