SURABAYA, KEMPALAN: Kabar mengejutkan datang dari PS Hizbul Wathan (PS HW). Setelah terdegradasi ke Liga 3, tim berjuluk Laskar Matahari yang belakangan dilatih oleh Lulut Kistono ini dikabarkan tidak mengikuti kompetisi Liga 3 2022/2023.
Mundurnya PS HW di kompetisi Liga 3 ini sangat disayangkan oleh Hanafing. Apalagi Hanafing pernah dipercaya sebagai Direktur Teknik di klub milik Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim ini, sehingga ikut merasa memiliki, meskipun belakangan ia tak pernah lagi dilibatkan dalam tim.
Saat itu, kata Hanafing, Presiden Klub PS HW masih dijabat Dhimam Abror Djuraid. Dia kemudian dipanggil dan diminta untuk membantu PS HW. Tepatnya sebagai Direktur Teknik. Namun, ketika sedang mempersiapkan tim Liga 3, tiba-tiba PS HW membeli Semeru FC dan terjun di kompetisi Liga 2 yang akhirrnya terdegradasi ke Liga 3.
Yang sangat disesalkan Hanafing, di kompetisi Liga 3 kali ini PS HW masuk dalam daftar tim tunggu nasional bersama delapan tim lain dari Liga 2 yang terdegradasi ke Liga 3. “Karena masuk dalam daftar tim tunggu nasional, PS HW tidak perlu ikut bentrok di Liga 3 Asprov yang tentunya membutuhkan biaya besar,” kata Hanafing, Senin(15/8).
PS HW baru akan langsung berlaga di Liga 3 Nasional setelah tim yang lolos kompetisi Liga 3 Asprov dari berbagai daerah di Indonesia diketahui. “Kalau tidak salah ada 32 klub nantinya yang akan berlaga di Liga 3 Nasional. Dari situ nantinya akan diambil delapan klub untuk naik lagi ke Liga 2,” terangnya.
Kalau tahun ini PS HW tidak mengikuti kompetisi Liga 3 Nasional, maka tahun depan kerjanya akan lebih berat. Sebab PS HW harus mengikuti kompetisi Liga 3 di tingkat Asprov. “Ini sungguh sangat saya sesalkan. Mestinya dicarikan solusi agar PS HW bisa tetap mengikuti kompetisi Liga 3 Nasional,” ujar mantan pemain penyerang sayap NIAC Mitra dan Timnas Indonesia ini.
Apalagi, menurut informasi yang ia dapat disebutkan bahwa PS HW tidak mengikuti kompetisi Liga 3 Nasional karena terkendala dana.
“Ini sangat aneh..Masak klub milik Muhammadiyah Jatim ini tidak punya dana. Muhammadiyah bisa menyeponsori Persebaya dengan angka miliaran rupiah, kok mendanai klub sendiri tidak bisa,. Benar-benar gak masuk akal,” kata Hanafing yang kini dipercaya sebagai Direktur Teknik Persebaya di Elite Pro Academy. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi