La Pulga menundukkan jagat sepak bola internasional. Tinggi tubuhnya 170 sentimeter, kecil untuk ukuran Amerika dan Eropa. Namun, seperti kata populer dalam bahasa iklan, “Size Doesn’t Matter“, ukuran tidak jadi soal. Messi mini. tetapi bisa membuktikan bahwa efeknya super-jumbo.
Di usianya yang sudah merambat 35 tahun sihirnya dianggap mulai redup. Tapi, di Piala Dunia kali ini sihir itu bersinar terang. Dalam pertandingan melawan Kroasia, Messi secara khusus dikawal oleh bek tengah Josko Gvardiol, bek muda yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di turnamen ini.
Usia Gvardiol baru 23 tahun, Messi lebih tua 12 tahun darinya. Tetapi, Gvardiol dibuat patah pinggang terkena tekukan 180 derajat Messi. Gvardiol dipaksa mengejar pantat setiap kali diajak sprint oleh Messi. Size does’nt matter, age doesn’t matter too, ukuran tubuh tidak menjadi masalah, usia juga tidak menjadi masalah.
BACA JUGA: Qatar dan Perang Peradaban
Messi sudah mendapatkan enam kali penghargaan pemain terbaik dunia Ballon d’Or. Ia bersaing dengan Cristiano Ronaldo yang juga sudah mengoleksi lima Ballon d’Or. Namun, Messi masih punya utang defisit prestasi. Ia sudah mempersembahkan Copa America, tapi masih belum pernah merasakan mengangkat Piala Dunia.
Messi juga sudah merasakan seluruh trofi bergengsi di level klub, seperti La Liga, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub. Hanya Piala Dunia yang membedakan Messi dari Pele dan Maradona.
Persaingan Messi vs Ronaldo praktis sudah berakhir setelah Portugal disisihkan secara dramatis oleh Maroko. Ronaldo meninggalkan lapangan dengan berurai airmata. Ronaldo redup di Qatar. Ia menjadi penghuni bangku cadangan dua kali dalam turnamen. Ia hanya mampu mencetak satu gol an sudah tidak menjadi pilihan utama oleh pelatih Ferandano Santos.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi