Jumat, 24 April 2026, pukul : 00:58 WIB
Surabaya
--°C

Marah Dewi

Beda lain antara Karina dengan drh Yuda adalah cara menemukan sumber sekratom itu.

Yuda mendapatkan sekratom dari sel yang dibiakkan. Dalam istilah Karina, sekratom itu didapat dari ”kolam sel”.

Sel memang punya ”kolamnya” sendiri. Yang membentuk ”kolam sel” itu adalah sel itu sendiri. Sel manusia itu, kata Karina, selalu memuntahkan cairan. Cairan itulah yang membentuk ”kolam”. Ajaibnya, sel hanya bisa hidup di ”kolam” sekratom. Tanpa ”kolam” sekratom sel itu ibarat ikan tanpa air: mati. Atau kurus sakit-sakitan.

Drh Yuda mengambil ”air kolam” itu. Tanpa mengikutkan selnya. Itulah sekratom. Yang dalam istilah drh Yuda ia sebut sebagai ”protein-sel”.

BACA JUGA: Mau Voting

“Proses pengambilan sekratom seperti itu mahal sekali,” ujar Karina yang cantiknya 5i itu.

Maka Karina, alumni dokter dan doktornya dari Universitas Indonesia, pilih mendapatkan sekratom dari sumber lain: yakni dari trombosit darah. Trombosit itu kalau “dicacah” akan keluar juga sekratom-nya. Sekratom dari trombosit itulah yang digunakan Karina untuk praktik PRP di kliniknya: Hayandra Jakarta.

“Mendapatkan sekratom dari trombosit jauh lebih murah,” ujar Karina.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.