Yuli Triyono
Hari libur pergi ke Pantai Marina / Pulangnya membeli ikan teri / Jadi penasaran pengin tahu wajah Rifda Ammarina / Yang kata Pak Di dia 5i.
Leong putu
Ada kodok dimakan ular / Ada cacing dimakan ayam / . Sungguh kasihan si kodok dan cacing /
Jimmy Marta
Perusuh ada yg mahir mantun/ Nyolek dan juga merousting/ Sungguh indah di akhir tahun/ Ke agrinex kita travelling
Pryadi Satriana
Perbandingan Pak Liang ndhak ‘apple to apple’. Jangan bandingkan Soekarno dg Yuda, bandingkan dg Terawan. Spesialisasi Terawan adalah radiologi, terapi melakukan terapi dg heparin yg biasa dilakukan oleh dokter spesialis jantung & pembuluh darah atau pun spesialis saraf. Terawan melakukan praktik YANG DI LUAR SPESIALISASINYA. Kenapa boleh? Krn Terawan adalah ‘dokter manusia’, punya SIP. Yuda sdh hampir 20 th – bahkan mungkin lebih – melakukan penelitian di bidang biologi molekuler. Banyak menulis di jurnal ttg stem sel, salah satunya “Stem Sel dan Produk Stem Sel untuk Pengobatan Regeneratif.” Yuda terdidik secara ketat – punya gelar Ph.D dari Korea – dan punya kepakaran di bidang stem sel. Kenapa sampai pernah dimasalahkan secara hukum? Krn TIDAK PUNYA SIP. Padahal, Yuda punya basis keilmuan yg lebih dekat – dan menurut saya ‘lebih hebat’ – dibandingkan Terawan. Praktik yg dilakukan Terawan masih kontroversial – ada RS yg resmi melarangnya! – krn TERBUKTI ada bbrp masalah ketika dipraktikkan. Praktik Yuda BELUM ada keluhan – setidaknya belum ada masalah yg dilaporkan. Yuda PERLU diberi payung hukum, praktik yg dilakukan Yuda lebih mempunyai dasar ilmiah & lebih ‘terjangkau’ (baca: ‘murah’) dibandingkan dg yg dilakukanTerawan. ‘Kekerasan hati’ diperlukan agar punya prinsip, ‘kelembutan hati’ diperlukan agar manusiawi. Salam. Rahayu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi