Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 7 Desember 2022: Tuhan Uang
rid kc
Benarkan yang saya katakan kemarin untuk jadi dokter spesialis harus fapat rekomendasi beberapa dokter dan itu ada sesuatunya. Saya sangat setuju terobosan yang dilakukan oleh menkes sehingga yang jadi dokter tidak hanya kaum yang punya uang saja tapi semua lapisan masyarakat bisa jadi dokter jika mampu. Semoga segera tereujud terobosan menkes di bidang kesehatan tersebut. Perlu diingat lawan ide menkes tidak hanya dari dalam kemenkes sendiri tetapi juga dari kalangan pendidikan. Ingat bahwa pendidikan sudah menjadi komoditi yang sangat menguntungkan. Semoga menkes segera merealisasikan semua terobosannya.
dewi arum
Setuju untuk posyandu, perlu diperbaiki dan anggarannya ditambah. Jangan sampai pelaksananya yaitu para kader posyandu malah disuruh ikut nomboki program ini.
Thamrin Daffan
Senior ” mendzolimi” yunior bukan hanya terjadi di dunia kedokteran tetapi hampir disemua profesi. Apakah bully ini merupakan suatu bentuk balas dendam seperti pada prosesi plonco di masa dzahililiyah dulu dengan plesetan sebagai bentuk “penegakan disiplin”. Hospital base oriented bagus juga dalam upaya mengubah sistem pendidikan dokter spesialis. Tujuan mulia agar arogansi masing masing fakultas kedokteran tidak terjadi lagi , Arogansi itu bernada diskriminasi yang dengan pakem bahwa yang bisa spesialis di FK hanya dari Alumni Universitas. Catatan untuk Pak Menteri dalam upaya reformasi bidang kesehatan Indonesia ada baiknya mendahulukan program promotif dan prefentif . Salah satu upaya prioritas itu adalah dengan cara meninggkatkan kualitas pelayanan Posyandu. Ujung tombak pelayanan kesehatan ini merupakan deteksi dini paling ampuh dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. dalam skala nasional. Bidang kesehatan masalah Indonesia/ Kesehatan manusia bukan segalanya / Harus di kerjakan dengan sepenuh hati / Namun tanpa kesehatan jiwa raga/ Maka semuanya menjadi tidak berarti. / Salamsalaman
Nugroho Dwis Sugiharto
Kata pak menkes data lab dan apotek akan masuk ke big data nasional, apakah ini termasuk juga data pasien rumah sakit? Membayangkan, ketika berobat ke rumahsakit sudah tidak perlu ngisi data diri lagi, tinggal bgasih ktp. Ketika dirujuk ke rumahsakit lain tidak perlu banyak berkas dan gak perlu registrasi lagi dirumahsakit yg baru. Capek juga, tiap ke rumahsakit baru harus ngisi data diri dulu
Tjahjo Suseno
Darah biru dalam kedokteran spesialis di Indonesia itu nyata. Bidang spesialis sudah dikapling2, WNI keturunan hanya bisa spesialis apa saja…. Dokter di Indonesia adalah bisnis bukan lagi profesi

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi