“Semua ini kami lakukan atas bimbingan Bapak Kyai yang merupakan bagian dari ajaran thoriqoh yakni selain ibadah ritual ada ibadah sosial. Maka disetiap ada bencana alam baik lokal maupun nasional kita selalu memberikan bantuan kemanusiaan. Hal seperti ini sudah kita lakukan sejak tahun 2002 di Situbondo,” aku Joko Hermanto Ketua DPP Organisasi Shiddiqiyyah.
Seperti santunan bencana alam banjir bandang di Situbondo Jawa Timur tahun 2002, Tsunami Aceh tahun 2004, gempa bumi Jogjakatra tahun 2006, erupsi Gunung Merapi tahun 2010, letusan gunung Kelud tahun 2014, gempa Lombok 2018, gempa Palu 2018, tanah longsor Banjarmegara tahun 2021, stunami Banten tahun 2022.
“Alhamdulillah atas bimbingan guru kami Bapak Kyai Moch Muchtar Mu’thi kita selalu bergotong royong memberikan bantuan disetiap ada bencana dan kita selalu terjun langsung. Dulu waktu stunami Aceh kita kita bangun rumah layak huni sekitar 20 unit dan gempa Jogja kita juga membangun rumah sampai 104 unit. Rumah dibangun sempurna dari awal pondasi,” tambah Kuswanto Ketua Bidang Santunan.
“Semoga para korban senantiasa diberi ketabahan dan keadaan bisa segara kembali normal. Mohon maaf bantuan mungkim bantuan yang sampaikan warga Thoriqoh shiddiqiyyah ini mungkin belum memadai , tapi kami berharap bisa ikut membantu meringankan saudara-saudara yang ditimpa musibah. Kami mendoakan korban yang wafat semoga dapat tambahan ampunan dan rohmat, yang wafat dalam keadan syahid. Dan kami juga mendoakan Yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan ketabahan,” pesan Nyai Shofwatul Ummah, ujar Kuswanto. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi