Tapi paling jelas pada binatang primata, monyet. Seekor monyet hidung panjang jika berada di dekat kelompok monyet hidung pesek, maka si hidung panjang bakal diusir. Kalau perlu dikeroyok.
Karakter itu, menurut Harper, secara genetik sudah ada pada setiap manusia. “Apakah karakter ini warisan dari hewan, atau sebaliknya, manusia mewariskan karakter ini kepada hewan. Masih perlu riset besar,” katanya.
Dijelaskan, mobbing adalah bentuk dari agresi kelompok, bawaan dari primata. Bahwa pelaku mobbing tidak harus orang jahat atau psikopat. Melainkan orang berperilaku baik, jika sudah masuk dalam narsisme kelompok, maka ia bakal berperilaku sesuai kehendak kelompok.
BACA JUGA: Ucapan Terima Kasih yang Kecut
Kehendak kelompok berarti ada pemimpinnya. Ada yang memberi komando. Untuk suatu tindakan, yang sebenarnya bentuk tindakan sudah diduga oleh para anggota kelompok. Yakni, menyerang individu atau kelompok luar (out group). Yang dinilai bisa mengganggu kelompok mereka (in group).
Bahayanya, begitu pengeroyokan dimulai, seperti halnya di dunia hewan, tidak bakal berhenti. Bahkan intensitas pengeroyokan terus naik. Sampai targetnya mati. Apa pun terjadi.
Kecuali, ada kekuatan luar yang sangat kuat membubarkan pengeroyokan. Misalnya, suara letusan pistol polisi.
Harper menyarankan, dengan teorinya itu ia berharap bisa menyelamatkan orang yang kebetulan berada dalam situasi terkeroyok perilaku mobbing.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi