Rabu, 8 Juli 2026, pukul : 13:34 WIB
Surabaya
--°C

Cara Gibran Tanggapi Beking Tambang, Ngeri…

Soal suap-menyuap, beking-orang-penting, Ganjar terkenal berani. Dulu, di video Youtube, Ganjar inspeksi mendadak jembatan timbang. Terbukti kejahatan. Ada pungli dari sopir truk kepada petugas jembatan timbang, agar semua truk tonase melebih standar, diizinkan lewat. Ganjar melihat sopir memberi duit ke petugas.

Ganjar ngamuk. Mengobrak-abrik laci-laci petugas. Menemukan duit suap. Bukan duit diduga suap, melainkan duit suap. Karena, petugas yang dihadapi Ganjar diam saja ketika ditanya, mengapa ada duit bertumpuk di laci-lacu itu. Kalau orang tidak salah, petugas pasti bicara.

Di beking tambang pasir, Ganjar bilang begini:

BACA JUGA: Madu-Racun Obat Sirop, Tersangka Diburu Polisi

“Dulu pernah kita bentuk tim Puser Bumi. Tapi tidak efektif. Sama sekali tidak efektif. Kita kejar, terus besok muncul lagi. Kita kejar lagi, besoknya muncul lagi. Maka kita minta dukungan dari masyarakat. Agar bisa melaporkan dan kami minta penegak hukum jangan ragu soal ini. Kalau tidak, ini sumber mata air rusak, jalan rusak, tidak ada kontribusi. Kita siap pemerintah memfasilitasi.”

BACA JUGA  Jalan Tangguh Iran

Kalimat Ganjar itu, meskipun relevan konteks, mau tidak mau, disadari atau tidak, bisa ditafsirkan sebagai kampanye Capres. Kampanye, bahwa Ganjar tokoh anti-korupsi. Bagi lawan politiknya, dianggap pencitraan.

Buat rakyat Indonesia, yang berdasar data Badan Pusat Statistik hasil sensus penduduk tahun 2020, bahwa rata-rata lama sekolah populasi 8,7 tahun (pria) dan 8,5 tahun (perempuan) atau rerata tidak lulus SMP, kata ‘pencitraan’ berkonotasi negatif: “Woy… pencitraan woy…”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.