“Ya pak. Ini bupati juga beberapa kali mengeluh ke saya. Backingannya ngeri, pak…”
Luar biasa. Wali Kota Gibran, yang anak Presiden RI Jokowi saja ngeri, apalagi yang lain. Ke-ngeri-an Gibran pastinya beda dengan ngeri-nya rakyat nan papa. Gibran cuma ogah konflik dengan pihak antagonis.
Kalau dibalik, sejatinya pihak antagonis pun ngeri pada Gibran. Persisnya pada power Gibran. Hanya power bisa mencopot jabatan orang bersalah. Orang bersalah berpower, kalau dicopot, balik lagi ke orang jelata, sebelum masa pensiun. Bahkan dipenjara. Memalukan keluarga.
BACA JUGA: Pasal Selingkuh di RKUHP Bikin Galau
Tak mau kalah dengan Gibran, si jago senior, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tercubit oleh mention netizen itu. Ganjar kepada wartawan di Semarang, Senin, 28 November 2022, mengatakan begini:
“Saya tahu bekingnya gede-gede di sana. Kalau ada bekingannya, makanya kita minta dilaporkan pada kita, siapa yang ada di belakangnya. Agar kita tahu, mana legal dan ilegal. Setelah itu kita serahkan pada penegak hukum. Maka penegak hukum minta perannya berdiri paling depan, karena sudah terkait dengan pelanggaran.”
Kalimat Ganjar berani dan taktis. Ia menantang, minta laporan warga, agar tunjuk hidung, siapa bekingnya. Barulah Ganjar akan bertindak. Dibanding Gibran yang mengaku tahu sosok oknum beking, sedangkan Ganjar di kalimat itu, ia memposisikan diri: Tidak tahu sosok beking.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi