Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 04:08 WIB
Surabaya
--°C

Samurai Biru

Pemerintah Jerman juga menunjukkan pamer dukungan terhadap LGBT. Menteri dalam negeri Nancy Faeser hadir di tribun sambil mengenakan ban kapten ‘’one love’’ di lengannya. Sikap ini menunjukkan arogansi dan tidak hormat terhadap tuan rumah. Beberapa penonton yang membawa simbol pelangi ke stadion diusir oleh aparat keamanan. Tapi karena Faeser seorang pejabat negara aparat keamanan tidak bisa menindaknya.

Nasib naas akhirnya diterima Jerman. Pada pertandingan di Stadion Khalifa itu Jerman menjadi tim unggulan. Sebagai negara pemegang empat kali juara dunia Jerman jauh lebih superior ketimbang Jepang. Jerman juga menjadi salah satu tim unggulan untuk menjadi juara.

BACA JUGA: Iran

Dalam pertandingan itu juga terlihat sekali dominasi Jerman. Total penguasaan bola Jerman tercatat 74 persen dan Jepang hanya 26 persen. Jomplang sekali. Tetapi kenyataannya Jerman hanya bisa mencetak satu gol oleh Ilkay Gundogan dari titik penalti, sementara Jepang mencetak dua gol dari bola hidup oleh Ritsu Doan dan Takuma Asano.

Sakit hati Jerman akan semaki dalam karena dua pencetak gol pembunuh itu bermain di liga Jerman Bundesliga. Doan bermain di SC Freiburg dan Asano bermain di VfL Bochum. Dua pemain ini menimba ilmu di Jerman, tapi memakai ilmunya untuk membunuh gurunya sendiri.

Kejadian ini mirip dengan kemenangan Korea Selatan atas Italia pada Piala Dunia 2002. Ketika itu Italia tersingkir karena kalah 1-0 dari Korea. Gol dicetak oleh Ahn Jung Hwan yang bermain di klub liga Italia Perugia. Akibat gol tunggal yang dicetak Ahn di injury time menit ke-117 itu Italia tersingkir dari babak 16 besar.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.