Para emir Qatar sudah melobi Sarkozy dan berjanji akan melakukan investasi besar-besar untuk mendongkrak performa tim-tim sepakbola Prancis. Akhirnya para petinggi FIFA memilih Qatar atas pengaruh Presiden Sarkozy.
Muncul kecurigaan terhadap deal-deal gelap ini. Blatter dan Platini dicurigai menerima suap. Keduanya diperiksa oleh aparat hukum. Meskipun tidak dihukum penjara tetapi karir Blatter dan Platini tamat. Sebagai legenda sepakbola Prancis dan presiden UEFA yang berpengaruh, Platini digadang-gadang bisa menjadi presiden FIFA menggantikan Blatter. Tetapi akibat sandal itu karir Platini berakhir. Reputasinya sebagai legenda sepakbola Eropa pun tercoreng.
BACA JUGA: Corcoran G20
Qatar kemudian benar-benar mengebut untuk menaikkan reputasi internasionalnya. Para emir Qatar segera melakukan akuisisi untuk membeli klub-klub besar di Eropa. Salah satu yang paling sensasional adalah pembelian klub Paris Saint Germain (PSG) oleh konsorsium Qatar Sports Investments pimpinan Nasser Khelaifi.
Segera setelah akuisisi itu PSG menjadi klub paling kaya dan kemampuan finansialnya paling mengerikan. Para pemain paling top dunia bisa dibeli oleh PSG termasuk Neymar, Leonel Messi, dan Kylian Mbappe. Dengan dana tak terbatas itu PSG berambisi untuk menjadi raja Eropa dan dunia.
Gengsi Qatar langsung melambung oleh akuisisi PSG. Penunjukan Qatar sebagai tuan rumah piala dunia pun pelan-pelan terjustifikasi. Tetapi, perang opini terus berlangsung dengan sangat keras. Isu-isu politik dan hak asasi manusia mendominasi persiapan Qatar. Media-media Eropa terus membombardir Qatar dengan isu-isu pelanggaran HAM.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi