Para presiden Indonesia mempunyai pendamping istri dengan peran yang bervariasi dalam kehidupan sosial dan politik. Bung Karno mempunyai banyak istri sehingga tidak ada yang layak disebut sebagai ‘’first lady’’. Karena ada beberapa istri mungkin sebutannya ‘’second lady’’, ‘’third lady’’, dan seterusnya.
Di antara banyak istri itu Fatmawati tercatat sebagai ibu negara yang membuat sejarah, karena perannya menjahit dengan tangan bendera merah putih yang dikibarkan pada proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Selebihnya, peran Fatmawati adalah istri setia yang akhirnya harus rela dimadu.
BACA JUGA: Rocky Gerung dan Operasi False Flag
Presiden Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang otoriter. Meski demikian, Pak Harto mungkin masuk kategori anggota ISTI alias ikatan suami takut istri. Ny. Tien Soeharto dikenal sebagai first lady yang mempunyai pengaruh politik besar dalam keputusan-keputusan strategis suaminya. Latar belakang Bu Tien sebagai perempuan ningrat keturunan keraton Solo lebih tinggi ketimbang Pak Harto yang anak petani desa.
B.J Habibie terkenal sebagai presiden jenius dengan IQ selevel Albert Einstein. Habibie didampingi oleh first lady Hasri Ainun Besari, yang tidak memainkan peran politik, tetapi mempunyai kisah cinta yang sangat menyentuh. Roman Habibie dengan Ainun dijadikan sebagai film layar lebar ‘’Habibie-Ainun’’ yang cukup sukses.
Gus Dur presiden eksentrik, mempunyai pendamping Ny Sinta Nuriah yang sama-sama anak kiai dengan Gus Dur. Ny. Sinta Nuriah terkenal sebagai bu nyai yang juga menjadi aktivis feminisme. Bu Sinta sangat cocok mendamping Gus Dur yang sama-sama berlatar belakang aktivis.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi