Tidak ada maaf bagi Tousi. Ia menyadari kesalahannya dan menghapus unggahannya. Tapi terlambat. Seorang netizen Indonesia menangkap tampailan layar cuitan itu dan membaginya ke berbagai media sosial. Imbas dari cuitannya itu, akun media sosial Mahyar Tousi mulai twitter hingga Instagram diserang oleh netizen Indonesia yang murka oleh unggahan itu. Mahyar Tousi minta ampun. Ia mengaku tak punya pengetahuan soal budaya batik dan tidak berniat untuk menghinanya. Tapi, ia sudah telanjur menjadi bulan-bulanan netizen Indonesia.
Seorang influencer lain dari Inggris bernama Sophie Corcoran juga mempertanyakan ‘’foto idiot’’ Rishi Sunak itu. Corcoran juga mendapat serangan bergelombang dari netizen Indonesia. Salah satu komentar dengan sadis menyebut nama Corcoran sebagai ‘’corcoran semen’’ yang biasanya dipakai untuk mengubur tumbal proyek.
BACA JUGA: Republik Burung Hantu
Di masa lalu, demokrasi sering dirusak oleh mobokrasi, serangan oleh orang-orang berkelompok terhadap orang yang dianggap bersebarangan dengan rezim. Di era digital ini mobokrasi berubah wujud menjadi mobokrasi digital yang menyerbu aktivis media yang kritis terhadap rezim. Banyak yang ketakutan oleh mobokrasi digital semacam ini, termasuk Mahyar Tousi yang sampai harus dua kali minta maaf.
Tapi Sophie Corcoran tidak takut oleh mobokrasi digital itu. Ia malah tertawa terhadap berbagai komentar bernada ancaman. Mental Corcoran rupanya setangguh corcoran semen. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi