Mbah Mars
Hari Minggu/ Malah meriyang/ Hati rindu/ Kurang kasih sayang/
Lukman bin Saleh
Ada yang kurang. Abah tidak memberi bocoran mengapa penambahan dokter spesialis itu sulit? Ini membuat penasaran. Terpaksa sya googling. Baru 2 poin yg saya temukan. 1. Terkait biaya yang sangat mahal. PBIDI sampai bersurat ke Kemdikbud Ristek, apakah biaya yang begitu mahal di Fakultas Kedokteran sudah mendapat persetujuan Kemendikbud Ristek? Tapi surat itu tidak direspon oleh Pak Menteri. 2. Dipersulit Senior. Ini masalah klasik yang sangat ironis. Banyak pihak mengakui ini. Tapi tidak ada pihak yang serius mengatasi. Karena Dokter muda butuh rekomendasi dari dokter senior jika ingin mengambil spesialis. Dengan terlebih dahulu magang di RS sesuai dengan spesialis yang diambil. Dua masalah itu membuat saya gregetan. Karena harusnya gampang diatasi. Untuk biaya bisa dilakukan audit. Apa memang benar harus semahal itu? Kalaupun harus mahal. Pemerintah sediakan saja subsidi. Toh ini juga demi kepentingan rakyat. Biar tidak mengeluarkan biaya mahal berobat ke luar daerah atau luar negeri. Apalagi masalah no 2. Tinggal ubah regulasi. Selesai. Hmmm… benar2 bikin gregetan…
Nurkholis Marwanto
Klaten berhasil mengalahkan kota besar Surabaya. Dalam hal perumahsakitan. Padahal Klaten itu kota kecil sekali. Banyak yang tidak tahu Klaten itu di bagian mana Indonesia. Di Klaten sudah ada RSUD Bagas waras milik Pemkot, RSJD dr RM Soedjarwadi milik Pemprov, dan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro milik Pusat.
Rihlatul Ulfa
Di Tiktok ada seorang perempuan yg membuat video, singatnya tentang bagaimana orang tuanya membiayai dia untuk menjadi dokter spesialis bahkan dari keluarga yg miskin. tapi sayangnya jodohnya datang dan ia sekarang menjadi ibu rumah tangga saja, orang tuanya awal-awalnya kecewa dengan keputusan anaknya yg lebih memilih menikah dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. tapi lama-lama si orang tuanya ikhlas juga. Indonesia sebagian besar rakyatnya menganut sistem ‘menikah’ seperti anda bisa lulus S3. ‘menikah’ adalah hal yg paling mulia dibanding keringat orang tua yg diperas bertahun-tahun. setelah itu kebanyakan mereka merasa ‘menginginkan’ beristirahat dan melupakan karirnya. dokter-dokter yg berhasil sekolah lagi untuk medapatkan gelar spesialis tentu kebanyakan dari keluarga mereka yang sudah menganut sistem ‘pendidikan’ adalah yg utama. toh mereka bisa saja tetap menjadi dokter walau sudah menikah. besok saya akan tulis besaran biaya untuk menjadi dokter spesialis dari lulusan UI dan UGM. saya akan merincikan dari awal pengeluaran mereka saat bersekolah di fakultas kedokteran, sampai jenjang waktu dan kelulusan menjadi dokter spesialis.
Jimmy Marta
Satu satunya kegembiraan ke rumah sakit adalah saat mejemput yg sudah dibolehkan pulang. Sudah pulih.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi