Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 03:05 WIB
Surabaya
--°C

Sumpah Pemuda dan Sastra Indonesia

Aming Aminoedhin
TEBAR VIRUS SASTRA

Tebaran virus korona bikin heboh alam ini, gelombang
virus bergerak dari pangkal hingga ujung dunia.
Tak pilih kasih, dijarah semua orang. Kaya-miskin,
kulit hitam atau putih. Semua orang menghindar,
berdoa jangan sampai tertular. Hanya di rumah berdoa
dan sembahyang, agar korona segera hilang.

Kini waktu agak melandai, gerak langkah tak hanya
berkutat di rumah. Bisa tebar virus sastra secara
tatap-muka, meski prokes ketat itu jadi syarat utama.
Ternyata indah penuh warna. Baca sastra seperti tamasya.

Tebar virus sastra, bukankah amalan punya makna?
Barangkali hidup perlu rel jalan bermakna. Tak hanya
ngomel, jalan laku sia-sia tanpa makna.

BACA JUGA  Pameran Seni Rupa Harry Suliztiarto: Berpihak Pada Luka

Mojokerto, 13/10/2021 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.