Senin, 18 Mei 2026, pukul : 18:56 WIB
Surabaya
--°C

Wagub Emil: Sustainable Development Penting Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur

Surabaya-KEMPALAN: Pembangunan berkelanjutan atau sustainable development merupakan hal yang penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Professor Summit 2022 di Research Center ITS, Jumat (21/10) siang.

Emil menyebutkan, terdapat dua tantangan yang kini dihadapi Jawa Timur berkaitan dengan sustainable development, salah satunya pertanian. Saat ini sektor pertanian yang pengerjaannya didominasi oleh generasi tua. Sedangkan, Jatim memiliki jumlah sumber daya generasi muda yang mumpuni.

“Apabila generasi muda memiliki semangat dan ketertarikan untuk kembali ke sektor pertanian, maka tantangan seputar kesejahteraan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan dapat terjawab dengan pendekatan teknokratis,” jelas Wagub Emil.

Generasi muda ini, tambah Emil, memiliki pengetahuan baru seputar teknologi yang dapat diterapkan di sektor pertanian untuk menunjang panen dan pembangunan berkelanjutan.

“Rupanya, pekerja di Jatim relatif older generation dan didominasi oleh small ground farmers dan buruh tani. Ini bisa jadi pertimbangan yang penting untuk generasi muda, agar berkarya di sektor pertanian dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” katanya.

“Daya saing indonesia ada di labornya, kita punya banyak generasi muda yang produktif. Kita bisa menggunakan pendekatan teknokratis melalui teknologi seperti menggunakan alat-alat harvester yang dapat menambahkan nilai agroindustri,” ia menambahkan.

Tantangan yang kedua berkaitan dengan sustainable development yaitu manufaktur. Emil mengajukan untuk memperpendek waktu kerja di lahan dan memanfaatkannya dengan mengolah industri.

“Apabila lahan yang ada terlalu sempit untuk para pekerja di sektor pertanian yang jumlahnya mencapai 30%, kemi mengusulkan mengurangi kebutuhan jam kerja di lapangan dan menggunakan waktu yang dibilang free iniuntuk melakukan hal lain seperti industri,” usulnya.

Lebih lanjut disampaikannya, tantangan seputar industri dan manufaktur di Jatim ini berkaitan dengan ekspor dan impor. Industri di Jatim sudah harus mulai berorientasi ekspor, dengan menghasilkan produk-produk berkualitas ekspor utamanya menggunakan sumber daya dari dalam negeri.

“Kita juga harus mengembangkan export oriented industry dengan sumber daya dari dalam dan luar negeri. Jatim banyak mengimpor, tetapi itu barang baku produksi dan bukan konsumsi. Kita harus mengolahnya juga sehingga kita mempunyai daya saing ekspor. Ini yang kami coba formulasikan hari ini,” papar Emil.

Ia pun menambahkan, bahwa 4 Kabupaten dan 2 kota di Jatim banyak berkontribusi bagi perindustrian Jawa Timur yang berorientasi ekspor. Diantaranya Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, serta Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Di akhir, Emil menyebutkan, sehubungan dengan sustainable development Pemprov Jatim menetapkan empat pilar prioritas pertumbuhan ekonomi Jatim. Yaitu, penguatan daya saing manufaktur dan perdagangan, peningkagan nilai tambah agroindustri, percepatan pertumbuhan ekonomi pariwisata, dan pengembangan industri kecil, mikro, dan menengah.

Di akhir, Wagub Emil mengapresiasi para professor yang menghadiri Professor Summit 2022 untuk memberi berbagai masukan terutama bagi Pemprov Jatim.

“Masukan signifikan dari para profesor untuk memberikan solusi konkret yang dapat kita tempuh ini sangar berarti. Ini kesempatan kita untuk membangun jejraring yang penting dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kita,” sebutnya.

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.