Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 13:34 WIB
Surabaya
--°C

Catatan Milad Muhammadiyah; Yamaha Butut Pak AR sampai Buya Syafi’i Antre Bus

Para pimpinan dan ulama kami tak pandai bikin proposal. Apalagi menjilat ke para pejabat untuk dapat proyek.

Kami urunan bikin masjid, sekolah, universitas dan RS.

Setelah besar kami berikan untuk Persyarikatan Muhammadiyah.

BACA JUGA: Gaduh Nasional, dari Duren Tiga, ke Kanjuruhan, Ijazah Palsu, dan Jenderal Narkoba

Semua amal usaha yang kami punya bukan milik para pimpinan, pengurus, atau bahkan ulama, tapi milik Persyarikatan.

Tidak ada yang Dimiliki pribadi yang bisa diwariskan kepada anak cucu.

Meski begitu, kami tidak menutup diri. Setiap pemberian baik dari pemerintah atau siapapun kami terima dengan senang hati sebagai Amanah.

Kami juga bikin proposal secukupnya, membuka ruang bagi siapapun untuk sumbangan sepatutnya, tidak berlebihan atau memaksa-maksa sambil menakar jasa.

BACA JUGA  Bom Waktu 892 Ton Sampah Sidoarjo: Berpacu dengan Angka 7 Tahun Sebelum TPA Jabon Kolap 

Meski terdaftarkan sebagai organisasi modern, sesungguhnya kami tetap konvensional secara generik.

Tetap bersahaja, sederhana dan apa adanya. Merawat urunan, silaturahim, dan kajian-kajian sederhana. Itu salah satu rahasia kenapa Persyarikatan kami tetap survive meski berbagai hambatan menghalang.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.