Alm Buya Syafi’i Maarif masih biasa jalan kaki ke masjid depan rumah, naik bus, dan antre menunggu giliran.
Prof Haedar Nashir naik kereta api dan duduk di serambi masjid khusyu mendengar khutbah Jumat dari jamaah akar rumput tanpa rasa canggung.
BACA JUGA: Takdir dan Keberuntungan
Tak ada kisah dramatik yang heroik atau kisah buih penuh kata dusta. Ulama kami bersahaja.
Tak ada yang berkaromah.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi