Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bentukan Jokowi sudah menyerahkan rekomendasi hasil investigasi selama 2 minggu. Poin terpenting dari rekomendasi itu adalah Iwan Bule dan seluruh anggota Komite Eksekutif harus mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
Mahfud Mahmudin alias Mahfud MD yang menjadi ketua TGIPF mengatakan bahwa dalam pertanggungjawaban tragedi Kanjuruhan ini terjadi saling lempar tanggung jawab dengan berdalih dan bersembunyi pada peraturan formal. PSSI merasa tidak bersalah karena sudah ada aturan yang menyatakan bahwa semua kejadian di lapangan menjadi tanggung jawab PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi dan semua jajarannya.
Dengan aturan ini PSSI lepas tangan dan cuci tangan. Lalu tanggung jawab dilempar kepada PT LIB dan panitia pelaksana pertandingan lokal. Mahfud mengatakan, saling lempar tanggung jawab ini menunjukkan bahwa pengelolaan organisasi PSSI ruwet.
BACA JUGA: Ketika Polisi Seba ke Istana
Publik masih menunggu bagaimana sikap TGIPF terhadap pamer kemesraan FIFA dan PSSI itu. Publik juga akan melihat bagaimana sikap Jokowi terhadap rekomendasi TGIPF. Suara publik secara umum tetap menghendaki Iwan Bule dan kawan-kawan mundur. Tetapi, melihat perkembangan terakhir ini kelihatannya Iwan Bule semakin di atas angin.
Mahfud MD tahu bahwa pemerintah tidak boleh melakukan intervensi terhadap PSSI. Hak untuk mendesak Iwan Bule dan kawan-kawannya untuk mundur ada di tangan voters yang terdiri dari klub-klub peserta kompetisi Liga 1,2, dan 3, dan asosiasi sepak bola provinsi, serta organisasi pemain dan pelatih di bawah PSSI.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi