Sempat muncul isu tuntutan KLB (kongres luar biasa) untuk menggusur Iwan Bule dan kawan-kawan. Ide KLB itu dikabarkan diinisiasi oleh Umuh Muhtar dari Persib Bandung. Tapi, Muhtar buru-buru mengklarifikasi isu itu dan membantah bahwa dia menginisiasi KLB. Umuh Muhtar pasti tahu, tidak mudah melawan oligarki sepak bola Indonesia.
Perkembangan pengusutan tragedi Kanjuruhan mengalami anti-kimaks dengan kedatangan Infatino. PSSI merasa sudah mendapatkan legitimasi dari FIFA. Sementara itu, penyelidikan di lokasi kejadian menghadapi banyak kendala.
BACA JUGA: STY Out
Tim investigasi mengalami kesulitan merangkai peristiwa secara komprehensif karena ada rekaman CCTV di lobi utama Stadion Kanjuruhan yang hilang atau sengaja dihapus. Sampai sekarang rekaman itu masih misterius dan Polda Jatim juga belum bersedia bertindak mencari rekaman itu.
Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya obstruction of justice untuk menyembunyikan peristiwa yang sesungguhnya. Hal yang sama terjadi dalam kasus Ferdy Sambo dan sebelumnya pada kasus pembunuhan anggota FPI (Front Pembela Islam) atau yang dikenal sebagai peristiwa KM 50.
Gianni Infantino mengakui bahwa tragedi Kanjuruhan adalah peristiwa gelap dalam sepak bola Indonesia. Dari mana sumber kegelapan itu? Mungkin di PSSI. Siapa tahu? (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi