DUKA KANJURUHAN
Kekalahan itu Arema atas Persebaya
Menjadikan tulisan panjang
Tentang tragedi musibah besar
Bermula kata kecewa
Lapangan utama usai pertandingan
Berubah menjadi ajang pelampiasan
Kedukaan tak terelakan, ratusan nyawa melayang
Puluhan insan terkapar, terluka
Perihnya mata,sesaknya nafas dan lemasnya badan
hampiri ribuan insan didalam stadion
Himpitan, suara kesakitan menyeruak
Sesal tidak datang diawal
Jiwa besar diabaikan, fanatisme bawa korban nyawa
Gas air mata menjadi tersangka
Rasa kecewa disebut otak peristiwa
Semuanya memang masih tanda tanya besar
Pelecut keributan dan gas air mata trus diusut
Smoga Allah Maha Pemurah
berikan anugerahnya
Agar bangsaku tabah dan kuat
menerima cobaan peristiwa Kajuruhan
Sidoarjo, awal Oktober 2022
Semua guritan ini diambil dari buku kumpulan guritan mereka bertiga, yang berjudul “Guritan Wah” dan telah digelar-bacakan tahun ini, 2022, di Warung Lesung – Bojonegoro, Rumah Budaya Kalimasada -Blitar, dan Kampus Literasi – STKIP PGRI Ponorogo. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi