Jumat, 3 Juli 2026, pukul : 07:34 WIB
Surabaya
--°C

Komnas HAM: Kerusuhan Tidak Disebabkan oleh Suporter yang Masuk Lapangan

MALANG-KEMPALAN Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan dikabarkan tidaklah disebabkan oleh suporter yang masuk ke lapangan.

Fakta tersebut dibeberkan langsung oleh tim Komnas HAM yang merasa yakin kerusuhan tidak ditimbulkan oleh suporter yang masuk ke lapangan.

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC mengalami kekalahan dari sang rival bebuyutan Persebaya Surabaya di lanjutan pekan ke-11 Liga 1 musim 2022-2023.

Setelah pertandingan berakhir, terdapat dua orang suporter yang turun dari tribun di bawah papan skor ke dalam lapangan. Aksi ini kemudian diikuti oleh ratusan suporter lain dari tribune yang berbeda.

Turunnya para suporter ke lapangan ditengarai menjadi penyebab bagi aparat keamanan terus meningkatkan tahapan penanganan di Stadion.

Dari yang awalnya hanya mengamankan beberapa suporter yang masuk, sampai kemudian menembakkan gas air mata.

BACA JUGA: FIFA Siap Bantu Perbaiki Sepakbola Indonesia

Kendati begitu, Komisioner Komnas HAM Bidang Pemantauan/Penyelidikan, Choirul Anam menegaskan bahwa situasi tidak langsung rusuh saat suporter masuk ke lapangan.

BACA JUGA  Adopsi Sukses IVCA dan MICCF 2026, Bumi Jenggolo III Siap Guncang Sidoarjo dengan 10 Ribu Onthelis Asia Pasifik

“Kalau ada yang bilang eskalasi penanganan itu timbul karena suporter merangsek masuk ke dalam lapangan, sampai sore (5/10) ini, kami mendapat informasi bahwa tidak begitu kejadiannya.” kata Choirul.

Berdasarkan penelusuran yang dia lakukan, Choirul mendapati bahwa tidak ada niatan dari suporter untuk membuat suasana jadi rusuh.

Sebaliknya, suporter hanya ingin memberikan semangat kepada para pemain yang baru saja menelan kekalahan.

Hal itu terbukti dari kondisi para pemain yang tidak mendapatkan luka atau perlakuan tidak mengenakkan dari suporter.

BACA JUGA: Ajukan Somasi, Aremania Tuntut Presiden Jokowi Minta Maaf

“Jadi ada constraint (batasan) waktu antara 15 sampai 20 menit pasca-wasit meniup peluit panjang, itu suasana masih terkendali, walaupun banyak suporter yang masuk ke lapangan.” kata pria berusia 45 tahun.

“Kalau ada yang bilang mereka mau menyerang pemain, kami sudah ketemu dengan para pemain dan para pemain ini bilang tidak ada kekerasan terhadap mereka.” tambah Choirul.

BACA JUGA  Empat Belas Tahun Berdampingan dengan NPD: Luka yang Menempa Jiwa

“Para pemain tidak mendapat ancaman dan caci maki, mereka cuma bilang bahwa suporter memberikan semangat kepada para pemain. Ini pemain yang ngomong begitu ke kami.” ucap pria yang menjabat sebagai Komisioner Komnas HAM itu.

Choirul Anam justru mempertanyakan alasan aparat keamanan menembakkan gas air mata ke tribun penonton.

“Pertanyaannya sekarang, kalau dalam 15 sampai 20 menit itu situasinya masih kondusif, apakah diperlukan gas air mata yang membuat semua penonton panik? Harus kalau tata kelola keamanan baik, tidak akan terjadi peristiwa memilukan seperti ini.” tambahnya.

“Jadi ini penting yang untuk meluruskan. Jangan sampai ada lagi yang bilang bahwa tindakan itu gara-gara suporter merangsek ke lapangan dan mengancam pemain, tidak begitu.” tutup Choirul.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.