Dari Arena AUG XXI 2024 Terjadi Pemecahkan Rekornas dan Rekor PON di Lintasan Atletik UNESA 

waktu baca 2 menit
Peserta lari 5000 meter putri AUG XXI 2024 di lintasan atletik Unesa Surabaya

SURABAYA-KEMPALAN : Lintasan Atletik Internasional UNESA Surabaya yang baru saja mendapat pengakuan dari World Athletic sebagai lintasan Atletik berstandar dunia menjadikan atlet yang berlomba atau bertanding merasa nyaman. Terbukti saat gelaran pesta olahraga antar mahasiswa se Asia Tenggara, ASEAN University Games XXI 2024 Surabaya-Malang Indonesia mereka menikmati lomba dengan enjoy hingga terciptanya dua rekor baru yang di ciptakan atlet atletik Indonesia. 

Rekornas baru itu adalah nomor Lompat Galah putri atas nama Reva Renata Jayadi dan rekor PON nomor lari 400 meter Gawang putri atas nama Nela Agustin, pada Selasa 02/06/2024.

Diva Renata Jayadi memecahkan rekornas  atas namanya sendiri yang di ciptakan di AUG sebelumya dengan lompatan setinggi 4,17 meter. Capaian ini sedikit lebih tinggi, 0,2 Centimeter (4,15). 

Diva Renata mengaku sangat senang bisa memecahkan rekornas sekaligus meraih medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Pastinya senang banget bisa pecah rekor dari 4,15 menjadi 4,17m dan Alhamdulillah,” ucapnya kepada awak media usai UPP.

Renata saat UUP atletik nomor lomoat tinggi Gakah AUG XXI 2024

Putri pasangan salah satu legenda atletik Indonesia Dedeh Herawati (100 M gawang) dan Nunung Djayadi ( lompat galah) mengatakan memang ada target untuk bisa melampaui catatan sebelumnya. Namun hal itu bukan menjadi beban baginya. Tampil tenang dan fokus adalah salah satu kunci kesuksesan. 

“Kuncinya yang penting rileks badan dan otaknya. Nggak usah mikirin harus pecah rekor,” ungkapnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA Dr. Dwi Cahyo Kartiko M. Kes mengungkapkan, syukur atas apa yang di capai oleh para patriot olahraga Indonesia. 

” kami ikut bangga dengan apa yang di torehkan atlet, khususnya atletik Indonesia.” ungkap Dekan yang juga seorang wasit Basket sertifikat FIBA.

Lebih lanjut Cahyo mengatakan perjuangannya untuk mendapatkan pengakuan federasi atletik dunia,  World Athletics tidaklah mudah. Sebab semuanya harus berstandar, mulai dari tartannya, track lintasan hingga ada peralatan digital termasuk foto finish.

“Dan alhamdulillah pas agenda ASEAN University Games, lintasan atletik ini sudah bisa di gunakan termasuk track lintasan yang ada di luar untuk pemanasan,”(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *