hariri almanduri
Sejatinya sepak bola adalah tontonan keluarga yg menyenangkan. Persebaya menjadikan Via Valen sebagai icon agar Bonek tdk hanya bercerita tentang serunya nggandol pick up tentara yg hampir ngguling saja, tapi bisa juga bercerita senyum ceria Bonita yg tak kalah serunya dlm mendukung bledug ijo. Di Malang pun demikian. Ahmad wahyudi tanpa ragu mengajak istri, anak, menantu, cucu dan ketiga keponakannya menonton laga besar Arema Vs Persebaya. Karena sejatinya bola adalah menyenangkan. Tapi sekarang ibu sulastri, istri pak wahyudi, bertanya mengapa harus ada gas air mata ditribun? Istri pak eko bertanya pula mengapa harus ada tendangan maut kungfu panda? Dan sekarang kata buk aku pamit nonton arema menjadi kata yg paling horor bagi ibu ibu di Malang
Mbah Mars
Rasanya saya kenal nama presiden Persebaya itu. Begitu kata Abah DI. Lha iyalah, mosok pabrik tidak tahu nama barang produksiya.
yea aina
Ide Abah Dis nomer 2. Jika tv pembeli hak siar enggan menayangkan di jam prime time, klub-klub penyelenggara pertandingan punya peluang jualan aplikasi live streaming. Potensi bisnis ikutannya cukup besar: adakan nobar di cafe ataupun warung kopi sekalipun. Bila harga tiket masuk stadion terasa lebih mahal dibanding beli kopi dan Indomie, nobar di warung tetap aduhai hebohnya. Pun tidak semua supporter klub tinggal di kota diadakannya pertandingan, nobar live streaming jadi solusi. Sekaligus ini peluang bagi klub mengadakan nobar live streaming di lapangan terbuka, model misbar tempo doloe. Penonton yang tak kebagian tiket masih bisa merasakan aura nonton dalam stadion, meskipun nobar di adakan jauh dari stadion. Sekaligus mengurangi penumpukan supporter di luar stadion yang tak kebagian tiket. Lebih aman bagi penyelenggara, lebih kondusif bagi Supporter dengan aura stadion tetap terasa.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi