Sabtu, 11 Juli 2026, pukul : 08:46 WIB
Surabaya
--°C

Analisis Tragedi Kanjuruhan Banding di Peru

Saksi hidup, Theo Bhelva Dwinanda Putra (24) suporter Arema asal Jember, Jatim, menceritakan kepada pers, Senin, 3 Oktober 2022, menceritakan:

Theo warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember. Dia bersama seorang teman, menuju ke Malang, Kamis, 29 September 2022. Niatnya nonton konser musik artis Mahalini.

Theo: “Saya tahu ada Arema bertanding lawan Persebaya, saat melihat medsos. Sebagai Aremania juga, saya ingin menonton.”

BACA JUGA: Bek Arema Ceritakan Kengerian Tragedi Kanjuruhan

Ia berniat beli tiket VIP, tapi habis. Akhirnya beli tiket VVIP. “Saya pilih VIP, sebab saya pikir mungkin ada kerusuhan. Karena, Arema musuh bebuyutan Persebaya,” katanya.

Dilanjut: “Pertandingan berjalan lancar dan aman. Arema kalah 2 – 3 sampai pertandingan berakhir.”

BACA JUGA  Pangilon 'Hisnindarsyah Dokter', Bukan Seberapa Banyak Isi Brankas

Saat itulah ia melihat, ada sejumlah suporter masuk lapangan. Jumlahnya makin lama makin banyak.

Theo: “Sepertinya mereka ingin menyampaikan ke manajemen, kenapa permainan Arema kurang bagus. Setelah itu satu persatu sejumlah penonton berusaha menuju tengah lapangan. Tapi gak sampai ricuh.”

Dilanjut: “Terus, polisi atau TNI ikut masuk ke lapangan. Membubarkan penonton yang masuk ke lapangan. Terus saya lihat ricuh. Antara penonton di lapangan dengan aparat.”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.