Sampai di sini, pemerintah Indonesia, melalui Mahfud, sudah memberi sinyal kepada penegak hukum, bahwa ada yang salah dalam tragedi yang menewaskan 125 orang, itu.
Menko PMK, Muhajir Effendy, mengatakan, korban total Tragedi Kanjuruhan 448 orang. Rinciannya, 302 orang luka ringan, 21 luka berat dan 125 meninggal dunia.
BACA JUGA: Bukan Seminggu, Liga 1 Dihentikan Hingga Waktu yang Tidak Ditentukan
Pemerintah sepertinya sudah mendapat laporan awal, bahwa tembakan gas airmata berperan memicu terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Selain beberapa unsur lain.
Pintu Stadion Terkunci
Media Officer Arema FC, Sudarmaji, di konferensi pers di Kantor Arema FC, Kota Malang, Senin, 3 Oktober 2022., menjelaskan:
Kabar bahwa pintu stadion terkunci ketika ledakan kenaikan massa akibat tembakan gas airmata, kini sedang diselidiki polisi. Pintu terkunci menyebabkan puluhan ribu orang (jumlah penonton sekitar 46.000) berdesakan dalam waktu sangat cepat, lalu terhambat di pintu terkunci. Akibatnya, ratusan orang mati terinjak-injak.
Sudarmaji: “Itu bagian dari proses investigasi. Jadi ditunggu aja, apakah benar-benar pintu ditutup atau dibuka. Karena itu kita menghormati dan menghargai investigasi yang sedang berjalan.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi