KEMPALAN: Ajang Pilpres 2024 memang masih akan berlangsung dua tahun lagi terhitung dari sekarang. Namun demikian, daya tariknya begitu besar hingga mampu menciptakan ingar-bingar publik di kalangan masyarakat.
Tidak hanya partai-partai politik saja yang mengambil ancang-ancang dengan menyodorkan nama-nama kader atau tokoh yang akan mereka usung, tapi juga anggota masyarakat dari berbagai daerah dan berbagai representasi demografis lainnya seakan tak mau ketinggalan.
Tersebutlah relawan pendukung Anies Baswedan yang aktif bergeliat untuk menentukan arah dukungan yang akan mereka berikan pada Pilpres 2024 nanti.
Daya juang dan militansi relawan Anies Baswedan memang luar biasa. Boleh dikatakan mereka tidak terafiliasi dengan parpol, tetapi memiliki antusiasme tinggi dan kuat sebagaimana layaknya anggota partai politik. Mereka hadir dari berbagai kalangan dan profesi serta beragam latar belakang. Mereka sangat aktif di ruang-ruang publik dan dan media sosial dengan menggaungkan dukungan terhadap Anies Baswedan.
Eksistensi mereka juga menjadi penambal kekurangan Anies Baswedan yang notabene bukan anggota atau elite partai, tetapi ternyata barisan pendukungnya tak kalah dengan pendukung ketua parpol di Indonesia.
Setidaknya hal itu yang tergambar dari acara Munas II FORKOM Antarsimpul Relawan Anies yang merupakan forum komunikasi antarsimpul relawan pendukung Anies Baswedan se-Indonesia yang diikuti oleh 300-an orang dari 96 simpul organisasi Relawan Anies dari berbagai daerah se-Indonesia di Jakarta pada 25 September 2022.
Selain membahas dinamika terkini terkait Pilpres 2024, munas itu juga membahas beberapa hal terkait dengan Kode Etik Relawan, Program Kerja Relawan, Rencana Penyambutan Purnatugas Pak Anies sebagai Gubernur DKI, maupun Komunike atau Pernyataan Bersama dari Relawan.
Penulis mewakili Relagama dalam kegiatan munas tersebut hadir bersama Sulthon Nashier (Presidium Pokja Komunikasi dan Kajian Strategis), Yongky Sukoco (Presidium Pokja Fundraising), dan Hanendra (Presidium Wilayah Jabodetabek). Kebetulan penulis bergabung dengan Working Group 3 bidang PROGRAM, maka tulisan ini akan banyak membahas berbagai aspek penguatan program dan kelembagaan dari Relawan Anies.
Paling tidak ada empat asumsi perjuangan Relawan Anies dalam rangka memenangkan Mas Anies dalam Pilpres 2024. Pertama, kemenangan Mas Anies akan berhasil bilamana didukung oleh relawan dan simpul atau organisasi Relawan Anies yang kuat dan kompeten. Konsekuensinya, diperlukan upaya-upaya untuk memperkuat kemampuan dan kapabilitas dari relawan maupun organisasinya. Upaya memperkuat kapabilitas tersebut dapat melalui beragam bentuk capacity building, kemitraan, program income generation, pelatihan, pendampingan serta penguatan resources lainnya yang relevan.
Kedua, antusiasme relawan dan organisasi relawan perlu diperkuat dengan adanya otonomi dan keleluasaan mereka dalam bergerak. Konsekuensinya, berikan mereka panduan, kode etik ataupun mekanisme guidelines lainnya yang mendorong mereka agar cepat, tepat, dan maksimal dalam gerak perjuanggannya.
Ketiga, upaya kemenangan akan tercapai bilamana kita mampu membangun relasi positif dan produktif di antara sesama simpul atau organisasi Relawan Anies maupun membangun kolaborasi atau kemitraan dengan sebanyak mungkin kelompok atau representasi masyarakat yang beragam di Indonesia.
Semakin banyak representasi geografis, demografis, dan psikografis yang kita rangkul, tentu semakin mudah upaya kita memenangkan Mas Anies dalam Pilpres 2024. Konsekuensinya, sinergi dan kemitraan positif sesama relawan dan organisasi relawan mutlak harus dibangun-bersama. Maka sesuai hasil rekomendasi kelompok kerja 3 Bidang Program, Munas FORKOM ini akan dilakukan per 3 bulan sekali plus setiap bulan akan dilakukan pertemuan koordinasi anggota FORKOM via zoom.
Keempat, kita mempunyai satu perspektif dalam kontestasi Pilpres 2024 ini bahwa masyarakat akan lebih mudah dipersuasi dan diajak oleh pihak lain yang se-komunitas atau satu daerah. Oleh karena itu, kita mendorong agar masing-masing relawan dan organisasi Relawan Anies fokus pergerakannya di masing-masing area elektoralnya atau wilayahnya sehingga siklus perjuangan relawan maupun organisasi relawan akan tuntas sampai tahapan menjadi tim pendukung saksi (saksi luar) hingga pengawalan suara atau kotak suara.
Ada empat kluster yang dibahas sebagai usulan agenda bersama dalam munas ini. Pertama menyangkut aspek koordinasi. Semua peserta boleh dikatakan menyepakati perlunya pertemuan rutin secara nasional per tiga bulan ditambah pertemuan rutin via zoom setiap bulan. Juga perlunya adanya sistem database keanggotaan Relawan Anies yang terintegrasi sehingga potensi adanya keanggotaan dobel dapat diminimalisasi.
Di samping itu, perlu jaringan komunikasi dan koordinasi sesama simpul relawan di daerah sesuai jenjangnya, provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan hingga desa agar memudahkan mapping maupun positioning di antara gerakan Relawan Anies.
Kluster berikutnya terkait dengan sharing informasi. Setiap simpul Relawan Anies perlu berbagi informasi bilamana ada kegiatan yang terkait dengan Mas Anies, sehingga diharapkan adanya dukungan dan partisipasi dari Relawan Anies. Prinsipnya adalah Mas Anies milik kita semua.
Kluster selanjutnya menyangkut aturan main FORKOM. Kita sepakati bahwa FORKOM antarrelawan lebih berfokus kepada fungsi ketimbang struktur. Maka fokus pergerakan relawan tetap pada program di masing-masing simpul atau organisasi relawannnya. Forkom bersifat memfasilitasi dan mendukung berbagai program yang diinisiasi dan dirancang oleh masing-masing simpul atau organisasi relawan.
Dengan prinsip kolaboratif yang didorong oleh FORKOM, maka kerja sama dan kemitraan di antara simpul dan organisasi relawan sangatlah didorong guna memperkuat soliditas dan sinergi di antara simpul atau organisasi relawan. Prinsipnya BERSAMA KITA MEMENANGKAN MAS ANIES.
Kluster terakhir adalah kolaborasi. Kita semua menyepakati pentingnya peningkatan kompetensi relawan mapun organisasi Relawan Anies. Di samping itu adanya resources dan tim yang menyiapkan materi-materi atau bahan media pemenangan via medsos maupun offline guna mendukung aktivitas Relawan Anies di lapangan. Diperlukan juga koordinasi tim siber maupun tim medsos secara nasional maupun berjenjang di level bawahnya.
Terkait dengan program relawan, Tim Relagama mengusulkan beberapa program yang dapat disinergikan secara kolektif dengan simpul maupun organisasi Relawan Anies lainnya. Pertama, Program Akademi Relawan Anies.
Akademi ini akan memfasilitasi program pelatihan dan pengembangan bagi relawan maupun pengurus Relawan Anies dengan beragam judul fungsional sesuai kebutuhan relawan plus pelatihan dengan topik-topik untuk pengembangan diri relawan, misal lifeskills maupun kewirausahaan. Pelatihan akan diselenggarakan secara online (zoom) maupun tatap muka serta diselenggarakan oleh pihak Relagama bekerja sama dengan simpul atau organisasi Relawan Anies lainnya.
Kedua, pengembangan lembaga survei internal Relawan Anies. Lembaga survei tersebut akan kita namakan KRI Center singkatan dari Konvensi Rakyat Indonesia Center. Tujuan utamanya mendapatkan data survei capres dan dinamika pilpres secara cepat, tepat, hemat, dan mandiri serta untuk kepentingan memperkuat framing citra positif Mas Anies sebagai capres pilihan kita kepada publik.
Kerja sama yang diharapkan adalah masing-masing simpul atau organisasi Relawan Anies di berbagai kabupaten atau kota memberi dukungan untuk menyiapkan 2 atau 3 orang relawannya sebagai tim surveyor atau interviewer dari kegiatan survei yang akan dilakukan. Tentu survei yang akan dijalankan tetap memenuhi kaidah dan metodologi ilmiah yang harus dapat kita pertanggungjawabkan.
Program selanjutnya adalah Program Online Micro Volunteering dari Relawan Anies. Konsep gerakan relawan ini sangat simpel dan praktis. Bentuk gerakan aktivitas kerelawan dari rumah (help from home) yang sifatnya minimalis (waktu maupun bebannya) yang diberikan secara sukarela dari Relawan Anies kepada pihak-pihak masyarakat lain atau tetangga yang membutuhkan bantuan secara mendadak dengan mediasi online (WA, web-based atau aplikasi) berdasarkan kewilayahan tertentu. Aktivitas Relawan Anies ini adalah aktivitas yang berskala ringan, waktu pendek, sedikit beban, serta mudah dilakukan oleh siapa saja (prinsip doing small and good things for others).
Program berikutnya yang ditawarkan adalah program Income Generating Income bagi relawan dan organisasi Relawan Anies.
Kita sadari bersama bahwa pentingnya kita Relawan Anies secara sinergis dan kolektif mencari sumber pendanaan (fundraising) untuk mendukung kegiatan ataupun aktivitas Relawan Anies dari manfaat jejaring atau silaturahmi diantara simpul ataupun organisasi Relawan Anies. Dengan program ini, terbuka kesempatan dari para Relawan Anies untuk mendapatkan peluang penghasilan dari hasil interaksi dan networking dengan sesama Relawan Anies lainnya secara nasional.
Bilamana perlu ada pengembangan marketplace sebagai media bisnis dari, oleh, dan untuk semua Relawan Anies sekaligus sebagai media temu usaha atau silaturahmi bisnis dari semua Relawan Anies secara nasional. Manfaat yang diperoleh adalah adanya kesempatan atau potensi penghasilan bagi Relawan Anies sekaligus sebagian keuntungan dialokasikan untuk kegiatan ataupun aktivitas Relawan Anies.
Program berikutnya adalah Rumah Anies. Jadikan setiap rumah Relawan Anies sebagai Rumah Anies, sehingga secara terbuka masyarakat akan mengenal bahwa kita adalah pendukung Mas Anies. Bahkan bilamana perlu, setiap kunjungan Mas Anies ke berbagai daerah, prioritaskan untuk istirahat atau mampir di Rumah Anies. Setiap Rumah Anies akan dipasang bendera merah putih, bendera Mas Anies plus bendera ormas kita atau yang dikenal tetangga atupun bendera simpul atau organisasi relawannya.
Sementara itu, terkait dengan penguatan kelembagaan dari masing-masing simpul ataupun organisasi Relawan Anies, ada 4 hal yang harus dicermati. Pertama, dari aspek membership atau keanggotaan. Jumlah keanggotaan dari masing-masing simpul atau organisasi Relawan Anies tentu wajib menjadi prioritas kegiatan.
Oleh karena itu, perlu ada penataan yang terkait dengan pengaturan deskripsi kerja yang tepat bagi pengurus, perlu sinergi dan soliditas di antara pengurus, hubungan yang baik dengan masyarakat sebagai target sosisalisasi kita, mendorong sikap dan perilaku kita yang inklusif, dan mau merangkul masyarakat yang beragam tata nilai maupun latar belakangnya serta mampu menjaga retensi keaktifan serta engagement relawan dengan beragam aktivitas yang menarik.
Kedua, aspek resources ataupun sumberdaya. Untuk mendorong pergerakan tentunya memerlukan dukungan logistik maupun keuangan. Oleh karena itu, penting bagi pengurus untuk memupuk modal bersama awal sebagai modal kerja kegiatan relawannya. Perlu diaktifkan kegiatan penggalangan dana (fundraising) secara tepat dan melibatkan tokoh-yokoh sevisi yang kuat kantongnya untuk mendukung program ataupun aktivitas Relawan Anies.
Bilamana perlu ajak kalangan the haves untuk bergabung sebagai pengurus dan berikan apresiasi yang pantas bagi mereka. Perlu juga dicari sumber-sumber pendanaan yang halal dan tidak melanggar hukum termasuk penggalangan dukungan natura maupun beragam bentuk support lainnya (mungkin bisa dipakai mobilnya tanpa sewa, pakai komputer secara cuma-cuma, kantor gratis untuk sekretariat dan sebagainya). Perlu juga membangun ikhtiar bisnis bersama dalam satu simpul atau orgnaisasi maupun kerja sama dengan relawan atau organisasi relawan Anies lainnya.
Ketiga, aspek kemitraan. Tantangan untuk memanangkan Mas Anies bukanlah ringan. Tentu perlu kerja sama dan kebersamaan secara sinergis dengan pihak relawan ataupun organisasi relawan lainnya. Oleh karena itu, komitmen terhadap adanya inisiatif kemitraan dengan organisasi relawan lainnya perlu menjadi prioritas.
Sepanjang masih sesuai dengan kode etik, terbuka lebar kesempatan untuk membangun aliansi dan kerja sama positif dengan berbagai pihak lain, khususnya organisasi Relawan Anies lainnya. Bilamana perlu kita dapat membangun advokasi bersama terhadap isu-isu yang relevan, misal tentang pilpres jurdil, netralitas penyelenggara pemilu, dan awasi bersama proses pemilu, dan sebagainya.
Aspek terakhir, profil organisasi Relawan Anies. Setiap relawan maupun pengurusnya perlu mengoptimalkan tampilan ataupun exposure kegiatannya via media sosial, media online dan bahkan media cetak. Perlu juga membangun komunikasi yang baik dengan media online, media cetak, bahkan media broadcasting.
Pengurus organisasi Relawan Anies juga perlu membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh muda, masyarakat, agama, dan public figure positif lainnya guna meningkatkan persepsi positif masyarakat terhadap Relawan Anies. Perlu diperkuat profil organisasi Relawan Anies di mata publik dengan beragam aktivitas dan kontribusi riil positif bagi masyarakat.
Para pengurusnya juga aktif melibatkan diri dalam berbagai ekspos publik yang bermanfaat bagi Masyarakat serta aktif membangun kerja sama dan kemitraan dengan semua pihak, khususnya organisasi Relawan Anies lainnya secara win win dan equal. Semoga bermanfaat.
Irfan Riza, Presidium Relagama (Relawan Alumni Gadjah Mada) Pokja Program dan Capacity Building
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi