Kami menyepakati sikap dan keputusan itu. Tidak perlu datang. Yang saya tidak tahu adalah, diam-diam Bang Eel datang juga menemui Kapolresta. Saya kemudian mengetahui itu dari Bang Jon. Saya kerap singgah di kantornya yang nyaman.
Kantor majalah ada di lantai khusus, dalam satu gedung satu grup usaha yang mengelola banyak perusahaan. Di lantai bawah showroom mobil. Berbeda jauh dengan suasana kantor kami. Memang, kadang kita tak bisa mengandalkan penilaian sesaat.
Bang Jon yang dulu pernah tampak seperti monster yang dingin di mataku, kini menjadi sosok yang berbeda. Mungkin karena aku tak lagi seharian ke mana-mana bersama dia. Tapi memang ia berubah. Mungkin karena ia juga sudah menikah. Ia tak bikin pesta, hanya pemberkatan di gereja. Lalu undang beberapa kawan dekat makan-makan di rumahnya. Saya diundang dan saya datang. Rumahnya baru, besar dan nyaman sekali. Rumahku yang sedang dibangun developer tak sebesar itu, rumah yang sebentar lagi akan selesai.
Hari itu ia minta saya datang bawa foto-foto terkait sidang pembunuhan Putri. Majalahnya membayar pada fotografer kami untuk tiap foto yang dimuat.
“Aku kemarin ketemu Eel di Mapolresta. Saya nunggu ketemu Kapolres, eh, dia keluar. Agak kaget dia saya lihat. Kenapa, ya? Kok kamu nggak ikut, Dur?” tanya Bang Jon.
“Ah, Bang Jon tahulah, saya malas ketemu-ketemu pejabat begitu. Bagi-bagi tugaslah,” kata saya.
Dunia jurnalistik saya adalah ruang pemberitaan. Dunia yang sempit, tapi dinamis. Ruang di mana liputan dirancang, berita diolah, wajah koran didesain, koran dievaluasi, dinilai baik-buruk isinya, ditinjau penjualannya.
Bertemu orang-orang di luar ruang pemberitaan, asal masih terkait dengan urusan berita saya tentu tak menolak. Berita bagiku adalah tipping point, pengungkit kecil, yang apabila dilakukan pada hal yang tepat, akan membawa serangkaian perubahan besar.
Berita memang tidak serta-merta bisa mengubah keadaan. Berita adalah bahan awal bagi publik untuk jadi pertimbangan mengambil keputusan dan tindakan. Bayangkan kalau surat kabar kami memberi bahan yang tak sesuai fakta. Apa jadinya? Dengan keyakinan seperti itu saya percaya pekerjaan saya ada faedahnya bagi publik luas. Itu saja cukup.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi