Yang dicemaskan oleh Kapolresta, kata Iptu Binsar, soal potensi pecahnya kerusuhan. Di Kota Bortam ini sudah terjadi beberapa kali kerusuhan besar. Penyebabnya kadang hanya persoalan sepele. Perkelahian preman, lalu kelompoknya terbawa-bawa. Perkembangan kasus pembunuhan Putri, hingga sidang hari pertama, seakan-akan hendak mengulang terjadi kerusuhan yang jauh lebih besar.
“Kami benar-benar tak menyangka bakal jadi seperti itu,” kata Iptu Binsar. “Itu yang diresahkan Pak Kaporesta, Mas Dur. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kemungkinan pecahnya kerusuhan itu?”
“Saya tak bisa kasih saran polisi harus melakukan apa, Bapak tentu lebih tahu. Tapi kalau terkait pekerjaan kami, pers, yang kami yakini sederhana saja, Pak, publik kita itu kritis, maka tunjukkan pada publik bahwa kasus ini diproses dengan adil. Kami akan sampaikan itu apa adanya. Sejak awal, publik curiga ada yang tidak beres. Putri hilang berhari-hari, baru kemudian dilaporkan, anak dan pembantunya ditemukan di hotel, itu juga tak jelas kenapa, lalu penetapan tersangka yang juga seakan-akan tidak dengan bukti yang cukup dan motifnya pun lemah. Maaf, Pak, bukan mau mengajari Bapak, semua ketidakjelasan itu kami naikkan dalam berita kami,” papar saya.
Saya tak terlalu menyimak lagi apa yang disampaikan Iptu Binsar. Dua hal yang kuingat kubawa sebagai pertanyaan besar: Pertama, urusannya sudah sampai ke Mabes Polri; Kedua, kami benar-benar tak menyangka bakal jadi seperti itu. Dalam hati saya bertanya kritis, lalu apa yang diharapkan polisi akan terjadi dengan semua proses yang mereka lakukan terkait kasus ini?
Di kantor, saya menyampaikan kepada Bang Eel, apa yang disampaikan Ipti Binsar dan apa yang kami bicarakan di pertemuan itu. “Menurutmu kita harus datang atau tidak?” tanya Bang Eel.
“Menurut saya tak usah, Bang. Surat itu sepertinya hanya untuk bukti administrasi bahwa mereka pernah meminta kita datang. Apa yang dibicarakan saya kira tak penting buat kita,” kata saya.
“Gitu? Yakin?”
“Ya, Bang. Kalau memang perlu, bisa ketemu di luar, atau mereka datang ke kantor kita.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi