Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 04:53 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (12)

Serangkaian pertanyaan muncul di kepalaku. Kenapa harus ada jumpa pers itu? Apa urgensinya? Tanpa itu pun siapapun pelaku pembunuhan harus ditemukan. Polisi harus menangkap pelakunya dan publik harus merasakan bahwa keadilan ditegakkan, siapapun korban dan pelakunya, apapun motif kejahatan itu. Peti mati jenazah Putri diletakkan di ruang jumpa pers bersama fotonya yang sedang bersanding dengan Pintor. Setelah jumlah pers itu mayat Putri segera dibawa ke Palembang.

Tak ada yang bertanya soal autopsi. Paling tidak saya tak membaca ada koran yang membuat perihal itu. Polisi umumkan tim khusus di luar bareskrim dibentuk untuk mengusut kasus ini. Kenapa tim khusus? Alasannya agak tak logis. Polisi bilang ini kasus khusus, korbannya istri perwira, direktur kriminal khusus. ”Kalau diusut oleh tim biasa takut nanti ada kerikuhan,” kata pejabat Humas Polresta.

BACA JUGA  Memutus Tradisi Fraud: Gresik Sabet Rekor WTP 11 Kali Beruntun di Tengah Badai OTT Jawa Timur

Di koran yang mengutip kalimat itu menyebut nama baru. Sepertinya pejabat baru. Saya belum pernah membaca namanya sebelumnya. Polisi, katanya, juga sedang fokus memburu Awang, pacar Runi. Polisi belum menyebut Putri sebagai korban pembunuhan, hanya disebut korban kekerasan.

BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (8)

Banyak pertanyaan berseliweran di kepalaku terkait perkembangan pembunuhan Putri dan perkembangan terakhir pemberitaan. Hari itu koran kami bisa dikatakan kecolongan bahan dari jumpa pers tapi tetap unggul di pasar karena pemilihan sudut pemberitaan yang berbeda. Banyak hal belum kupahami lagi. Kalau harus mengikuti arah berita kepolisian rasanya tak akan menarik. Polisi ingin publik mengikuti logika mereka. Tapi kenapa? Saya merasa harus menemui seseorang. Saya harus ketemu si sopir presiden, Pak Rinto Sirait.

BACA JUGA  Sidoarjo Berburu Talenta E-Sports: Cetak Generasi Emas Menuju Panggung Regional dan Nasional

Ketika aku tiba di rumahnya, bersama Ferdy, Pak Rinto sedang sibuk dengan Jeep CJ 7-nya. Kendaraan produksi lama yang terawat rapi. Mesinnya masih hebat. ”Sudah mau dibeli sama orang Jakarta, mau dibawa ke Jakarta, nggak saya lepas. Nggak akan saya lepas,” kata Pak Rinto.

Saya memperkenalkan Ferdy. ”Yang kode beritanya FDY, ya? Kamu rupanya…,” kata Pak Rinto. Dia selalu begitu. Pembaca berita yang jeli, sampai kode berita wartawan dia ingat.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.