Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 04:53 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (12)

Ferdy datang dengan cemas. Dia tergagap dan gugup ketika hendak mulai bicara. Lelah dan pucat. ”Udah makan belum?” tanyaku bercanda sebenanrya. Tapi tampaknya dia memang lapar. Ada satu bungkus nasi goreng tadi kubeli, sudah dingin. Aku bagi dua dengannya, kami makan dengan lahap.

”Maaf, Bang. Saya merepotkan sekali,” kata Ferdy setelah agak tenang.

Dia bercerita tentang istrinya yang nyaris keguguran. Pendarahan parah tadi pagi. Untung lekas pergi sendiri ke klinik. Ferdy menyusulnya. ”Istriku stres, Bang. Kami kan numpang di rumah keluarga istri saya. Mereka keluarga muslim. Kayaknya mereka tak nyaman dengan saya. Saya ini kan Kristen. Makanya saya terima kasih sekali abang kasih saya tumpangan sementara di rumah abang,” kata Ferdy.

BACA JUGA  Persi Jatim Ajak Tenaga Kesehatan Berkreasi dalam Lomba Bola Voli Mix dan Vokal Group

BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (10)

Aku terdiam sebentar. Membiarkan Ferdy menghabiskan kesedihannya dengan sedikit kegembiraan itu. ”Istrimu harus dirawat?” akhirnya aku menemukan pertanyaan itu.

”Harusnya, Bang. Tapi tadi saya tak ada biaya.”

”Wah, jangan, dong. Opnamelah. Nanti dirawat ya, sampai sembuh. Selamatkan istrimu, selamatkan janin anakmu. Jangan pikirkan biayanya. Nanti kita cari,” kataku.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.