”Coba perhatikan siapa direskrimum sekarang,” kata Pak Rinto. ”Harusnya dia yang tangani kasus Putri. Kenapa harus dibentuk tim khusus? Ini soal persaingan. Juga ada yang yang mau ditutupi, dan ada skenario yang mau dijalankan,” kata Pak Rinto. Kami duduk di teras rumahnya yang teduh. Dia menyuguhi kami dengan – apalagi kalau bukan – sukun goreng. “Kamu orang Ambon makan sukun goreng nggak?” tanya Pak Rinto pada Ferdy.
Pak Rinto kemudian bercerita tentang banyak hal. Selalu ada persaingan di dalam organisasi Polri dari mabes sampai polsek. Persaingan antarangkatan di pendidikan, asal kota, antarsuku, sampai persaingan karena kepentingan kelompok. ”Juga persaingan menguasai atasan,” kata Pak Rinto.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (7)
”Maksudnya gimana, Pak?”
”Ya, berebut pegang atasan. Biasa itu, selalu terjadi,” kata Pak Rinto. Di kepolisian itu mutase tinggi. Tour of duty istilahnya. Kapolres yang baru tergantung pada para perwira lama yang sudah tahu situasi daerah. Ada kepentingan-kepentingan membeking pengusaha atau kepentingan lain, politik misalnya.
”Di sini yang kayak gitu luar biasa persaingannya. Uang remang-remang di sini luar biasa perputarannya. Terutama judi. Juga penyeludupan. Ini Kawasan FTZ katanya, kan? Semua barang boleh masuk kecuali yang dilarang. Nah, siapa yang mengawasi barang yang dilarang itu tidak masuk?” kata Pak Rinto.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi