Apakah Anda mencurigai pendemo HMI itu sengaja ingin menjatuhkan Anda karena Anda PKB?
“Sama sekali tidak. Meski NU saya itu dekat dengan HMI dan Muhammadiyah,” katanya. “Saya sering diundang HMI. Dan saya selalu datang,” tambahnya.
Lantas apa motif mereka?
“Biasa saja. Demo ya begitu. Mereka kan tahu pejabat publik biasanya tidak hafal Pancasila,” ujar Anang. “Kali ini saya yang kena,” ujarnya enteng.
BACA JUGA: 1000 Tahun
Anang tahu itu karena ia sendiri tukang demo. Di masa mudanya. Ia adalah aktivis Famred. Itulah kelompok demo yang terkenal di masa reformasi 1998. Di Jakarta. Famred singkatan dari Forum Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi.
Famred adalah kelompok penting yang melahirkan reformasi, jatuhnya Pak Harto dan berakhirnya Orde Baru.
Waktu itu Anang berstatus mahasiswa universitas swasta di Jalan Kramat Raya. Setelah reformasi ia pindah ke Yogyakarta. Ingin melanjutkan kuliah. Tidak berhasil. Ayahnya, pegawai rendahan di KUA di Senduro, Lumajang, meninggal. Anang harus bisa hidup sendiri. Ia memutuskan untuk menjadi tukang cukur. Di pinggir jalan. Ia memang pandai mencukur. Dulu. Ketika menjadi santri di pondok pesantren Nurul Jadid, Kraksaan, Probolinggo.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi