Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 23:20 WIB
Surabaya
--°C

Anang Famred

Agus Suryono

TEKNIS MENULIS ABAH.. Diberi judul Bjorka, tetapi isinya Shinta. Dan juga Shanti. Di komentar ini, saya juga tidak mau membahas Bjorka. Karena saya tidak kenal Bjorka. Meskipun nama Bjorka disebut jutaan kali oleh netizen Indonesia. Memang sebaiknya kita tidak usah menyebut nama Bjorka. Karena nanti dia bisa besar kepala. Sekali lagi, lupakan Bjorka. Gak ada manfaatnya membicarakan Bjorka. @he he.. (Semoga Bjorka tidak baca komen ini). (Jangan bilang-bilang Bjorka, kalau saya mengomentari namanya).

EVMF

Cyber attack oleh hackers sudah lebih jauh dari sekedar membobol/mencuri data rahasia suatu negara, misalnya saja : 1. Hacker Israel pernah melakukan sabotase terhadap program nuklir Iran pada instalasi nuklir di kota Karaj, sekitar 40 km barat ibukota Teheran ; namun berhasil digagalkan oleh Iran. 2. Korea Utara sudah terkenal dengan “virus komputer – ransomware” untuk mendapatkan uang tunai sebagai uang tebusan. Pada umumnya yang diserang adalah perusahaan-perusahaan multinasional di Korea Selatan. Melalui ransomware, mereka mengambil data-data penting perusahaan kemudian diacak (encrypted) sehingga tidak dapat dibaca. Pada tahun 2020 saja jumlah yang berhasil diperoleh dari ransomware tersebut mencapai 2 triliun won atau sebesar 1,8 miliar dolar AS. Upaya Korea Utara dengan ransomware-nya ini tidak terlepas dari sanksi ekonomi dunia. Kim Jong Un pernah mengatakan “with the brave cyberwarriors, we can penetrate any sanction” (dengan pahlawan siber kita akan mampu melawan sangsi ekonomi). Pada tahun 2012, Kim Jong Un telah mendeklarasikan Reconnaissance General Bureau (RGB) Intelligence mesti meningkatkan dan melakukan pelatihan para calon hackers dengan membuat sekolah khusus.

BACA JUGA  Gebrakan Internasional, Labschool UNESA Gandeng NTCUST Taiwan Guna Cetak Generasi Berdaya Saing Global

Jejen Jaenudin

Hukuman untuk hacker, tidak boleh memegang keyboard jenis apapun selama 15 tahun atau lebih. Pernah lihat di film kayak gitu. Hehe. Pernah ada anak Surabaya di Singapore usia SMP. Dia ngehack NUS (National University of Singapore). Langsung dideportasi. Oleh ayanya yang kaya, dia dipindahin sekolahnya ke Australia. Rupanya bakat hacking nya terus meluncur deras di darahnya. Dia hacking lagi, kali ini yang dihacknya Australian National Security. Konon akhirnya anak itu dihukum. Yang saya takutkan, justru Byorka ini adalah anak kecil yang sedang mainin HP ibunya. Tapi karena ibunya terlalu sibuk masak buat nyiapin hajatan tetangganya, akhirnya anak ini main HP nya kebablasan sampai nembus situs-situs punya kemeninfokom. Jadi codingnya dilakukan oleh anak ini dari sebuah HP butut, di kursi kumal di pintu masuk dapur tetangga emaknya. he he

BACA JUGA  Pesta Tanpa Mahkota di GBT: Saat Persebaya Menghibur Diri dengan Parade Lima Gol

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.