Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 21:34 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (7)

Saya membayangkan apa judul headline surat kabar di kota ini besok. Lucu juga membayangkan di Metro Kriminal judulnya: Panti Dilempar Bom Molotov, Ijazah Sarjana Wartawan Kriminal Ikut Terbakar!

Bang Jon yang sedang libur datang menemuiku, tak lama setelah api padam. Ia menolongku ke mana-mana berurusan dengan storm-nya. Juga mengantar anak-anak pada sore harinya ke Watuaji. Nenia juga ikut membantu dengan amat cekatan, ia bahkan bawa satu mobil lain untuk angkut barang-barang panti.

Bila disusun daftar 100 pemilik ponsel pertama di Batam, Bang Jon masuk. Bila diperpendek menjadi 50 pun saya kira masih ada dalam daftar. Ketika operator seluler pertama di negeri ini dicoba di kota kami, seingat saya, Bang Jon sudah petentang-petenteng dengan Ericson sepergelangan tangan bayi. Dengan ponsel itulah dia menelepon ke sana kemari, cari info tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pembakaran panti.

BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (4)

Saya yakin tak ada hubungannya dengan saya atau Bu Yani, atau panti yang sudah ada belasan tahun. Pasti terkait kepemilikan properti tersebut. Atau mungkin lahan. Saya dengar memang ada masalah dengan kepemilikan lahan di tempat rumah panti itu berdiri. Padanya saya bercerita tentang dua tamu yang baru saja datang. Bang Jon lalu menelepon beberapa orang. Juga pengacara Restu Suryono.

“Yang datang tadi itu Rully dan Nora. Memang pengacara dan kliennya, pengusaha, pengusaha barulah. Masih baru merintis. Nora itu juga anaknya Pak Doni, pemilik rumah ini. Tapi yang selama ini mengambil sewa kan bukan dia, iya, kan?”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.