Saya tertawa. ”Ya, nggak lah, Bang… Saya aja nggak tahu rumah Nenia di mana.” Nenia juga tertawa makin lepas. Seakan mau bilang: nah, kena, dia!
Kata Bang Eel, ”sementara di tempatku aja, ya.” Aku tak ada pilihan, menjawab dengan terserah saja.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (1)
”Nenia tinggal di mana?” kata Bang Eel pada Neni. Ia menyebut satu kompleks perumahan di Watuampar. Tak terlalu jauh dari kawasan kantor Metro Kriminal. Saya tak banyak terlibat dalam urusan perempuan, hingga melewati tiga perempat usia dua puluhanku ini. Tapi saya tahu itu bisa jadi urusan yang rumit.
Bila selama ini aku berat meninggalkan panti, tinggal di kos-kosan saja, seperti disarankan Bang Eel, karena tak enak meninggalkan anak-anak itu, maka setelah anak-anak ditampung di pesantren Ustad Samsu, aku mau tak mau cari tempat kos juga. Bagiku yang penting ada tempat untuk berbaring. Mungkin untuk sementara aku terima tawaran Bang Eel.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi